BORNEONEWS, Nanga Bulik - Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamandau, menduga empat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Purwareja, kecamatan Sematu Jaya, dalam kurun waktu sepekan terakhir ini bukan murni dari daerah tersebut. Tetapi karena virus 'impor' atau migrasi dari Jawa.

"Kami meyakini bahwa kasus DBD di sana (Purwareja) itu bukanlah murni berasal daerah tersebut (Purwareja), tetapi disebabkan karena virus impor yang lazim disebut migrasi virus," kata Alfian, Kepala Seksie (Kasie) Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinas Kesehatan Lamandau, Sabtu (14/1/2017).

Maksudnya, virus yang telah dibawa karena ada proses migrasi atau perpindahan seseorang yang telah positif terserang virus nyamuk Aides Aigepty dari daerah satu ke daerah lain.

Dugaan yang diungkapkan Alfian tersebut dinilainya cukup beralasan. Pasalnya, kata dia, kesimpulannya didasarkan pada fakta dan data hasil penelusuran di lapangan yang didapat oleh seksie kesehatan lingkungan, serta seksi Wabah dan Bencana Dinkes, dalam kurun waktu beberapa hari terakhir ini.

"Di antara faktanya, korban yang positif DBD di daerah tersebut, ternyata belum lama ini baru saja melakukan perjalanan dari pulau Jawa. Beberapa hari setelahnya, yang bersangkutan mengalami gejala-gejala (DBD), seperti meriang dan muntah-muntah," katanya.

Korban tersebut, katanya lagi, berdasarkan dari hasil penggelian keterangan ternyata merupakan warga yang pertama diketahui positif DBD setelah dibawa dan mendapat perawatan medis di RSUD Imanudin, Pangkalan Bun.

"Fakta lainnya, dua warga korban berikutnya (Ibu dan anak yang juga tetangga korban pertama) baru diketahui positif DBD dari hasil pemeriksaan petugas Dinkes, tepatnya setelah mendapat laporan dari puskesmas setempat atas terjadinya kasus yang pertama," kata dia.

Selain itu, keyakinan Dinkes juga didasarkan data bahwa daerah Desa Purwareja, kecamatan Sematu Jaya, bukanlah merupakan daerah endemis DBD.

"Purwareja itu bukan daerah endemis atau potensi endemis DBD di Lamandau. Kita (Dinkes) bahkan telah buka data, dan hasilnya tidak pernah ada kasus di sana sekalipun sejak daerah kabupaten Lamandau berdiri. Atas data dan fakta itu, kami (Dinkes) confirm dan yakin jika penyebabnya dan asal-usulnya adalah migrasi virus," tandasnya. (HENDI NURFALAH/N).