KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Penertiban fasilitas sanitasi tidak layak terus dilakukan di kawasan bantaran sungai Kabupaten Kapuas. Sejumlah fasilitas buang air di atas aliran air atau yang dikenal warga sebagai "WC helikopter" di Handel Salentak, Desa Pulau Mambulau, Kecamatan Bataguh telah dibongkar.

Keberadaan WC helikopter, yakni jamban kayu di atas aliran sungai, rawa, atau danau tanpa tangki pembuangan (septic tank) dinilai menjadi ancaman serius bagi kualitas air lingkungan. Limbah domestik yang terbuang langsung ke badan air memicu pencemaran dan merusak derajat kesehatan masyarakat di sepanjang aliran sungai.

Sebelum pembongkaran fisik dilakukan, langkah antisipasi disiapkan agar warga tidak kehilangan akses sanitasi. Sebanyak lima unit rumah warga terdampak dilaporkan telah menerima bantuan pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) sehat yang memenuhi standar pembuangan limbah.

"Sebelum WC helikopter ini dibongkar, warga terdampak sudah lebih dulu dibangunkan MCK sehat berdinding seng biru. Ada sebanyak 5 rumah yang mendapat bantuan," kata Camat Bataguh Dino Aries Fahrizal, Sabtu, 12 September 2026.

Ia menambahkan bahwa imbauan dan pendekatan persuasif telah disampaikan secara berkelanjutan sebelum eksekusi pembongkaran. "Selama ini, pihak pemerintah baik pemerintah kecamatan, pemerintah desa maupun Pembina PKK dan Posyandu Kecamatan sudah menghimbau warga agar menerapkan hidup sehat dan tidak lagi menggunakan WC helikopter," tegas Dino.

Dari aspek medis, keberadaan sanitasi buruk berkolerasi langsung terhadap ancaman penyakit menular bawaan air seperti diare, penyakit kulit, hingga polio yang berdampak pada tumbuh kembang anak. 

Penertiban jamban liar ini merupakan langkah penataan bantaran sungai agar bersih dan bebas kawasan kumuh, sekaligus mendukung percepatan desa bebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Upaya ini juga mengacu pada amanat Surat Edaran Bupati Kapuas tertanggal 8 Oktober 2025 terkait percepatan penurunan angka stunting dan pemenuhan akses sanitasi layak bagi masyarakat. (SABRIANOOR/H)