BORNEONEWS, Palangka Raya - Lurah Mendawai, Mapro Hadi, menyambut baik program reboisasi yang dimulai PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS bersama masyarakat di Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Menurut Mapro, keterlibatan masyarakat menjadi hal penting dalam menjaga keberlanjutan tanaman yang telah ditanam. Karena itu, warga diharapkan tidak hanya berpartisipasi saat kegiatan penanaman.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Harapannya masyarakat tidak hanya ikut menanam, tetapi juga ikut menjaga dan merawat tanaman yang sudah ditanam,” kata Mapro dalam rilis kepada Borneonews pada Minggu, 13 September 2026.
Penanaman perdana program reboisasi dilakukan Kamis, 3 September 2026, di areal seluas 10 hektare. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 50 orang dari berbagai unsur.
Peserta terdiri dari manajemen PT SSMS Tbk, pemerintah setempat, KPHP Kotawaringin Barat serta pengurus dan anggota KTH HKm Tani Sejati. Kelompok tani tersebut menjadi mitra pelaksanaan reboisasi di lokasi Mendawai Seberang.
Direktur Sustainability PT SSMS Tbk Henky Satrio Wibowo mengatakan masyarakat dilibatkan sejak awal hingga tahap pemeliharaan. Menurutnya, keberhasilan reboisasi sangat bergantung pada kemampuan menjaga tanaman setelah ditanam.
“Reboisasi bukan hanya tentang menanam pohon. Yang lebih penting adalah bagaimana tanaman ini bisa tumbuh, dipelihara, dan memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang,” ujar Henky.
Di lokasi tersebut sekitar 6.250 bibit ditanam dengan jarak 4 x 4 meter. Jenis tanaman terdiri dari tanaman kehutanan seperti jelutung, kulai rawa, aru, belangiran, ubar, pelawan dan meranti, serta tanaman bernilai manfaat seperti pinang, jengkol, durian dan karet.
Pemeliharaan tanaman akan dilakukan KTH Tani Sejati dengan pemantauan rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan. Program Mendawai Seberang menjadi tahap awal dari rencana reboisasi seluas 1.984 hektare yang dilaksanakan secara bertahap hingga 2028. (TESTI PRISCILLA/H)









