JAKARTA –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, bersama tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan observasi Yayasan Chanee Kalaweit, Desa Paring Lahung, Kecamatan Montallat.

"Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan sejumlah unsur terkait untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke kawasan hutan yang masih berpotensi terdampak," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Barito Utara, Rizali Hadi, di Muara Teweh, Minggu.

Menurut dia, tim gabungan melanjutkan pemadaman dengan strategi operasi estafet air. Air dari water tank dialirkan menuju tandon BPBD berkapasitas 5.000 liter dengan jarak sekitar 800 meter, kemudian dilanjutkan secara estafet menuju tandon Manggala Agni berkapasitas 3.000 liter dengan jarak sekitar 150 meter.

Proses pemadaman dilakukan menggunakan satu unit mesin portabel dan satu nozzle untuk menyisir wilayah sekat bakar. Upaya tersebut diarahkan pada bagian yang sudah mengarah ke kawasan hutan yang sebelumnya telah disekat.

Dalam pelaksanaan penanganan, BPBD bersama tim gabungan melibatkan personel Chanee Kalaweit termasuk personel ANUA, Manggala Agni, Damkar, dunia usaha, serta masyarakat setempat.

“Pemadaman sementara dihentikan pada Sabtu (12/9) pukul 16.00 WIB. Pertimbangannya adalah kondisi di lapangan yang mulai minim penerangan serta adanya potensi pohon tumbang akibat akar pepohonan besar yang terbakar,” katanya.

Rizali menambahkan, penghentian sementara dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel yang berada di lokasi. Penanganan akan kembali dilanjutkan dengan memperhatikan kondisi dan situasi di lapangan.

Adapun sarana dan prasarana yang dikerahkan dalam kegiatan tersebut terdiri dari satu unit mobil Fire Jeep BPBD Barito Utara, satu unit mobil personel BPBD, satu unit mobil personel Manggala Agni, dua unit mobil Triton ANUA, satu unit mobil personel Damkar, dua unit water tank PT PAMA TOP, satu unit mobil rescue PT BDA, dua unit alat berat PT PAMA TOP, serta satu unit alat berat PT Mitra Barito.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, tipe kebakaran merupakan kebakaran permukaan dengan kondisi tanah mineral dan serasah yang cukup tebal. Vegetasi yang terdampak berupa tumpukan pepohonan, dedaunan, serta semak belukar.

“Untuk total luasan hutan yang terdampak sampai saat ini belum dapat dipastikan karena proses penanganan kebakaran masih berlangsung,” ujar Rizali.

ANTARA