BORNEONEWS, Banjarmasin - Operasi pencarian korban musibah KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa terus diperkuat. Selain mengerahkan armada laut, Tim SAR Gabungan kini mendapat dukungan pencarian dari udara melalui Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3601 milik Wing Udara 2 Skuadron 400 Lanudal Juanda.
Helikopter tersebut dikerahkan menuju Banjarmasin pada Minggu, 13 September 2026, untuk mendukung pencarian korban yang hingga kini belum ditemukan.
Berdasarkan informasi Kantor SAR Banjarmasin, helikopter bertolak atau aircraft take off (ATD) dari Juanda pada pukul 08.22 WIB dan dijadwalkan tiba di Banjarmasin pada pukul 11.40 WITA.
Penerbangan HR-3601 menempuh rute Juanda–Sampit–Banjarmasin. Helikopter dipimpin Pilot Kapten Laut (P) M. Dimas Andromeda bersama Co-Pilot Kapten Laut (P) Virnanda Steffy, serta diperkuat tiga kru teknis dan dua personel rescuer dari Kantor SAR Surabaya.
Dukungan udara tersebut diharapkan memperluas jangkauan visual Tim SAR dalam menyisir wilayah perairan yang menjadi area pencarian.
Penggunaan helikopter menjadi bagian dari upaya mempercepat pendeteksian keberadaan korban sekaligus membantu pemantauan area operasi yang sulit dijangkau hanya dengan armada laut.
Di sisi lain, Tim SAR Gabungan juga melakukan briefing persiapan pergerakan armada udara milik BNPB, yakni helikopter dan pesawat Caravan.
Briefing dipimpin Kepala Seksi Sumber Daya Kantor SAR Banjarmasin, Amri Zuna Kurniawan, bersama unsur terkait untuk mematangkan rencana operasi udara.
Pembahasan dalam briefing mencakup pemetaan jalur penerbangan, pembagian sektor pencarian atau search area, hingga koordinasi teknis penyisiran dari udara.
Armada udara BNPB diharapkan dapat menambah daya jangkau pencarian sehingga peluang mendeteksi keberadaan korban yang belum ditemukan semakin besar.
Operasi pencarian dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, baik unsur laut maupun udara.
Tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan pencarian berdasarkan perkembangan terakhir di lapangan, sementara kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang terus dipantau untuk memastikan operasi berlangsung efektif dan aman. (SABRIANOOR/R)









