BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Ribuan warga Kabupaten Kapuas memadati halaman Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kuala Kapuas untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Sabtu malam.
Antusiasme masyarakat yang hadir meluap di tengah kondisi wilayah setempat yang sedang menghadapi kemarau panjang serta paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Guna mengantisipasi risiko kesehatan jamaah di ruang terbuka, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas membagikan 3.000 masker gratis selama penyeleggaraan acara.
Bupati Kapuas, Wiyatno yang hadir bersama jajaran Forkopimda dan tokoh keagamaan menilai peringatan ini menjadi sarana penguat kebersamaan warga di tengah situasi sulit.
"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan momentum bagi kita semua untuk mengenang kembali sejarah perjuangan, keteladanan, dan akhlak mulia Rasulullah SAW."
"Di tengah cobaan kemarau yang sedang kita hadapi saat ini, mudah-mudahan kehadiran Habib dan tausiahnya bisa mendinginkan kita semua, agar segala ujian ini dapat kita lalui bersama dengan penuh kesabaran," ujar Wiyatno.
Penceramah utama asal Jakarta, Al-Habib Ahmad Bin Novel Bin Salim Bin Jindan mengingatkan pentingnya meneladani kedisiplinan ibadah dan kesabaran Nabi Muhammad SAW.
Ia juga mendorong agar masjid difungsikan secara optimal sebagai pusat peradaban, pendidikan, dan penyebaran ilmu bagi masyarakat luas, serta menekankan pentingnya kepemimpinan yang adil.
Sebagai langkah lanjutan merespons krisis air bersih dan kekeringan di daerah tersebut, panitia penyelenggara menjadwalkan pelaksanaan Salat Istisqa (doa memohon hujan) berjamaah di lokasi yang sama pada Senin, 14 September 2026 pukul 08.00 WIB. (SABRIANOOR/R)








