PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Keanekaragaman hayati menjadi salah satu kekayaan penting yang terdapat di Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian, Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat.

Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio Wibowo, menyebut pemantauan yang dilakukan KTH Komunitas Karya Masoraian pada 2024 mengestimasi keberadaan 21 individu orangutan di kawasan tersebut.

Selain itu, pemantauan juga mencatat sedikitnya 82 jenis burung. Data tersebut menunjukkan kawasan hutan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berfungsi sebagai habitat bagi berbagai jenis satwa.

“Kawasan ini bukan sekadar bentang alam. Hutan dan danau merupakan bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus rumah bagi keanekaragaman hayati,” kata Henky pada Minggu, 13 September 2026.

Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian memiliki luas sekitar 3.006 hektare dan dikelola KTH Komunitas Karya Masoraian dengan melibatkan 213 anggota.

Menurut Henky, keberadaan masyarakat dalam pengelolaan kawasan tidak harus dipandang sebagai ancaman terhadap konservasi. Sebaliknya, masyarakat dapat menjadi kekuatan penting dalam menjaga habitat dan ekosistem.

Pengelolaan kawasan dilakukan melalui patroli dan penjagaan, pemeliharaan lingkungan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, restorasi area gambut terbuka serta pemantauan keanekaragaman hayati.

Dalam pencatatan pengelola, tidak tercatat kejadian kebakaran hutan dan lahan di kawasan tersebut sejak 2019.

Henky mengatakan, perlindungan keanekaragaman hayati pada akhirnya juga berkaitan dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

“Menjaga hutan bukan hanya menyelamatkan pohon. Ada satwa yang membutuhkan habitat dan ada masyarakat yang kehidupannya bergantung pada kawasan tersebut,” ujarnya.(TESTI PRISCILLA)