BORNEONEWS, Palangka Raya - Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian di Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat menjadi salah satu gambaran pengelolaan kawasan yang menempatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya konservasi.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo mengatakan masyarakat tidak harus dipisahkan dari kawasan hutan untuk memastikan kelestariannya.
Sebaliknya masyarakat dapat menjadi pengelola sekaligus penjaga apabila diberikan ruang, kemampuan dan tanggung jawab.
“Kita perlu melihat masyarakat bukan sebagai pihak yang harus selalu dijauhkan dari hutan, tetapi sebagai bagian penting dari sistem perlindungan hutan,” kata Henky kepada Borneonews pada Minggu, 13 September 2026.
Kawasan sekitar 3.006 hektare tersebut dikelola KTH Komunitas Karya Masoraian dengan melibatkan 213 anggota.
Pengelolaan dilakukan melalui patroli, pemeliharaan lingkungan, pencegahan karhutla, restorasi area gambut terbuka serta pemantauan keanekaragaman hayati.
Menurut Henky, pendekatan berbasis masyarakat tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain, meski penerapannya tetap harus disesuaikan dengan karakter wilayah.(TESTI PRISCILLA)









