BORNEONEWS, Pontianak - Sentra garam rakyat Desa Sebubus, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat diproyeksikan memperkuat swasembada garam nasional sekaligus membuka sumber pendapatan utama baru bagi masyarakat pesisir.
"Pemerintah melalui koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menetapkan Sebubus sebagai salah satu wilayah pengembangan produksi garam rakyat untuk mendukung percepatan swasembada garam nasional pada 2027," kata Kepala Desa Sebubus Irfan Riyadi, Minggu 13 September 2026.
Kemampuan produksi garam Kabupaten Sambas saat ini mencapai sekitar 600 ton per bulan. Pengembangan sentra produksi di Sebubus diharapkan meningkatkan kapasitas tersebut sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap garam impor.
Irfan mengatakan pengembangan garam memberikan peluang baru bagi masyarakat yang sebelumnya bergantung pada sektor perkebunan dan perikanan yang hasilnya cenderung musiman.
"Alhamdulillah, garam ini sangat menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat di sini dan sekarang sudah menjadi mata pencaharian utama," katanya.
Menurut dia, pengembangan usaha garam memberikan peluang peningkatan pendapatan masyarakat karena komoditas tersebut memiliki pasar yang cukup terbuka. Produksi masyarakat juga mulai dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan lokal.
Irfan mengatakan petani garam di Sebubus terus didorong meningkatkan produksi agar mampu mengambil bagian dalam pencapaian target swasembada garam nasional. Dukungan pemerintah dinilai penting untuk memperluas kapasitas produksi dan pemasaran.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan mengatakan Sebubus memiliki potensi besar menjadi sentra garam rakyat unggulan karena didukung garis pantai yang panjang, ketersediaan air laut, serta kondisi cuaca yang mendukung produksi.
"Ini potensi yang luar biasa. Satu bedengan bisa menghasilkan sekitar satu ton garam. Kalau satu kilogram dijual Rp2.000, berarti satu ton bisa menghasilkan sekitar Rp2 juta dari satu bedengan," katanya saat meninjau usaha garam rakyat di Sambas.
Krisantus mendorong peningkatan jumlah dan kapasitas bedengan agar produktivitas garam meningkat. Menurut dia, pengembangan tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Ia juga meminta produksi garam Sebubus tidak berhenti sebagai bahan untuk pengolahan ikan, tetapi dikembangkan menjadi garam konsumsi melalui peningkatan mutu, termasuk penambahan yodium sesuai standar kesehatan.
Selain kualitas, pemerintah daerah akan mendorong penguatan merek, kemasan, sertifikasi, pelatihan, bantuan peralatan, serta perluasan pemasaran agar garam Sebubus mampu masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk supermarket dan minimarket di Kalimantan Barat.
Krisantus menegaskan Pemprov Kalbar siap mendukung pengembangan tersebut agar Sebubus dapat tumbuh sebagai sentra garam rakyat terbesar di Kalimantan Barat, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dan mendukung target swasembada garam nasional.
ANTARA









