PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 2.909 kejadian Karhutla telah ditangani di Kalimantan Tengah dengan total luasan mencapai 9.440,36 hektare berdasarkan evaluasi terbaru Satgas Karhutla.

Hal tersebut disampaikan Kalaksa BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib saat menyampaikan laporan hasil evaluasi pelaksanaan penanganan Karhutla dalam rapat evaluasi yang dipimpin Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di Pos Lapangan Karhutla Jekan Raya.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, sebanyak 10.700 personel telah disiagakan dan akan dikerahkan sesuai kebutuhan.

Dukungan operasi udara dari BNPB juga terus diperkuat dengan ketersediaan enam helikopter dan satu pesawat. Dari jumlah tersebut, empat helikopter di antaranya dioperasikan untuk pemadaman.

Dia mengaskan terus memperkuat kesiapsiagaan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam penanganan Karhutla.

“Personel telah disiagakan untuk mendukung operasi di lapangan, sementara dukungan operasi udara juga terus diperkuat guna mempercepat proses pemadaman dan penanganan Karhutla, terutama pada wilayah yang membutuhkan dukungan lebih intensif,” tutur Ahmad Toyib dalam keteranganya seperti dikutip Borneonews pada Minggu, 13 September 2026.

Sementara itu, pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bakalan diperpanjang hingga 19 September 2026.

Di wilayah prioritas Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, penanganan telah memasuki hari ke-71 dengan kondisi api berhasil dikendalikan dan fokus penanganan diarahkan pada proses pendinginan serta pembasahan guna mencegah munculnya kembali titik api. (HERMAWAN DP/R)