BORNEONEWS, Banjarmasin - Suasana kesiapsiagaan menyelimuti Dermaga Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pascakabar hilangnya kontak Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada Minggu sore, 13 September 2026.
Kapal rute Surabaya menuju Banjarmasin yang mengangkut 243 orang, terdiri atas penumpang dan awak kapal tersebut dilaporkan hilang kontak sejak dini hari, memicu pengerahan penuh unsur pertolongan dan evakuasi medis darurat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, area dermaga pelabuhan telah disterilkan dan disiapkan sebagai titik awal penanganan jika terjadi evakuasi penyintas dari laut.
Deretan brankar atau tandu dorong penanganan gawat darurat tampak disiagakan rapi di sepanjang selasar pelabuhan, siap digunakan sewaktu-waktu oleh personel medis dan tim penyelamat yang bertugas.
Penataan armada penanganan medis juga dilakukan secara terorganisasi untuk mengantisipasi pergerakan evakuasi massal secara cepat.
Kesiapsiagaan tersebut dikonfirmasi oleh Ahmad, salah seorang relawan setempat yang berada di area dermaga.
"Ambulans sudah banyak standby di dalam Pelabuhan Trisakti," ungkap Ahmad di sela-sela penyiapan sarana evakuasi.
Secara teknis, penempatan armada medis dibagi ke dalam dua jalur utama guna menjamin kelancaran mobilisasi darurat.
Unit ambulans gawat darurat milik fasilitas kesehatan resmi dan rumah sakit, seperti RSUD Sultan Suriansyah, disiagakan khusus di area dalam dermaga pelabuhan dekat lokasi tumpit evakuasi.
Sementara itu, belasan armada ambulans penunjang dari relawan gabungan ditempatkan di luar pelabuhan untuk mengawal alur rujukan menuju rumah sakit tujuan.
Operasi pencarian di laut sendiri dipimpin langsung oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin berkoordinasi dengan KSOP, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalsel, Distrik Navigasi, dan PT Pelindo. Kapal KN SAR Laksmana 241 beserta armada pendukung telah dikerahkan menyisir perairan Laut Jawa, berjarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih yang menjadi perkiraan titik koordinat terakhir kapal.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya bertolak dari Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 10.13 GMT dan dijadwalkan tiba di Banjarmasin. Namun kapal tersebut dilaporkan mulai kehilangan komunikasi sekitar pukul 02.00 WITA setelah sempat menghadapi kondisi cuaca buruk di perairan, sebelum akhirnya pihak agen kapal menyampaikan laporan resmi penanganan ke Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA.
Hingga saat ini, posko koordinasi dan penanganan medis darurat di Pelabuhan Trisakti terus bersiap menerima pembaruan informasi dari tim SAR yang tengah beroperasi di laut.
Sinergi antara otoritas pelabuhan, instansi kesehatan, dan potensi relawan gabungan diharapkan dapat mempermudah alur penanganan medis secara terintegrasi begitu proses evakuasi berhasil dilakukan. (SABRIANOOR/R)









