PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyebut penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah bukan persoalan sederhana.

Pernyataan tersebut disampaikan Agustiar dalam Rapat Evaluasi Penanggulangan Karhutla di Pos Lapangan Karhutla Jekan Raya, Halaman Kantor Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya.

Menurut Gubernur, karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah.

Tantangan tersebut ditambah musim kemarau panjang akibat El Nino yang diprediksi berlangsung hingga akhir Oktober bahkan awal November 2026.

Memasuki puncak musim kemarau, peningkatan Karhutla turut memengaruhi kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pihak terkait.

“Ancaman Karhutla yang kita hadapi di Kalimantan Tengah bukanlah persoalan sederhana,” sebut Asgustiar dalam ketrangannya seperti dikutip Borneonews pada Minggu, 13 September 2026.

Ia menilai karakteristik lahan gambut, ditambah musim kemarau panjang akibat El Nino yang diprediksi berlangsung hingga akhir Oktober bahkan awal November 2026, membuat tantangan penanganan semakin berat.

“Seberat apa pun tantangan, saya yakin akan mampu kita atasi selama ada semangat kebersamaan,” tegasnya. (HERMAWAN DP/j)