BORNEONEWS, Palangka Raya – Upaya memperkenalkan kekayaan alam, budaya dan potensi akademik Indonesia ke dunia internasional terus dilakukan Universitas Sumatera Utara (USU). Salah satunya melalui kegiatan akademik yang dilakukan Prof Rahmawaty di Norwegian University of Science and Technology (NTNU) Gjøvik, Norwegia.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Rahmawaty memperkenalkan Indonesia, khususnya Sumatera Utara dan USU, kepada komunitas akademik NTNU. Materi yang disampaikan mencakup hutan, budaya, keanekaragaman hayati serta masyarakat Indonesia.
Presentasi tersebut dihadiri para profesor, peneliti, doktor dan mahasiswa NTNU. Kegiatan berlangsung secara hybrid sehingga memungkinkan peserta mengikuti pemaparan dan diskusi baik secara langsung maupun daring.
Prof Rahmawaty mengatakan, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia, terutama hutan tropis dan biodiversitas yang dimiliki Sumatera Utara. Menurutnya, kekayaan tersebut tidak hanya penting dari sisi ekologis, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan dan budaya masyarakat.
"Saya memperkenalkan Indonesia, khususnya Sumatera Utara dan Universitas Sumatera Utara, termasuk kekayaan budaya, masyarakat dan biodiversitas yang luar biasa, dengan fokus khusus pada hutan tropis Indonesia serta pentingnya konservasi dan keberlanjutan," ujar Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Minggu, 13 September 2026.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk bertukar pengetahuan dan perspektif dengan komunitas akademik NTNU. Diskusi yang berlangsung menunjukkan adanya ketertarikan terhadap Indonesia dan potensi pengembangan kerja sama akademik.
Prof Rahmawaty menyampaikan apresiasi kepada Prof Stergios, Dr Vilma, Dr Thomas, Dr Nina serta para profesor, peneliti dan mahasiswa NTNU yang telah mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap pertemuan akademik itu menjadi awal dari hubungan yang lebih kuat antara USU dan NTNU, khususnya dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
"Dari Sumatera Utara ke Norwegia, kami membangun koneksi, berbagi pengetahuan dan menciptakan peluang untuk kolaborasi di masa depan," katanya.
Menurutnya, pengenalan Indonesia di lingkungan akademik internasional bukan sekadar memperkenalkan kekayaan alam dan budaya, tetapi juga membuka peluang bagi perguruan tinggi Indonesia untuk membangun jejaring penelitian dan kolaborasi global.
Ia berharap komunikasi dan pertukaran akademik antara USU dan NTNU dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan bersama pada masa mendatang. (TESTI PRISCILLA/j)









