BORNEONEWS, Palangka Raya – Kunjungan Prof Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara (USU) ke Norwegian University of Science and Technology (NTNU) Gjøvik, Norwegia, memberikan pengalaman akademik yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan penelitian.
Dalam rangkaian Short-Term Academic Exchange Program, Prof Rahmawaty berkesempatan melihat langsung berbagai fasilitas pendidikan di kampus NTNU Gjøvik. Di antaranya perpustakaan, ruang kelas, ruang pertemuan, kantin mahasiswa serta sejumlah fasilitas lainnya.
Menurut Prof Rahmawaty, kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai lingkungan perguruan tinggi yang memadukan pembelajaran, penelitian, inovasi dan kehidupan mahasiswa dalam satu ekosistem akademik.
"Sangat menginspirasi melihat kampus yang indah, modern dan berbasis teknologi, tempat pembelajaran akademik, penelitian, inovasi dan kehidupan mahasiswa menyatu dalam satu lingkungan yang dinamis," ujar Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Senin, 14 September 2026.
Sebelumnya, dalam program tersebut Prof Rahmawaty juga melakukan kunjungan laboratorium dan memberikan presentasi mengenai Indonesia, Sumatera Utara, USU, hutan, biodiversitas serta masyarakat lokal kepada komunitas akademik NTNU Gjøvik.
Ia menilai keseluruhan rangkaian kegiatan menjadi pengalaman yang berharga karena memberikan kesempatan untuk belajar sekaligus bertukar pengetahuan dengan lingkungan akademik di Norwegia.
"Ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan selama Short-Term Academic Exchange Program di NTNU Gjøvik," katanya.
Selain mendapatkan pengalaman akademik, kunjungan tersebut juga membuka peluang untuk membangun hubungan lebih lanjut antara USU dan NTNU, terutama dalam bidang akademik dan penelitian.
Prof Rahmawaty menyampaikan apresiasi kepada Prof Stergios atas sambutan dan keramahtamahan selama dirinya berada di NTNU Gjøvik. Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi terbentuknya lebih banyak kerja sama akademik dan penelitian antara kedua perguruan tinggi.
"Saya sangat menghargai kesempatan untuk belajar, berbagi dan mengeksplorasi berbagai kemungkinan kolaborasi akademik dan penelitian di masa depan," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/j)









