PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kekayaan hutan tropis dan keanekaragaman hayati Indonesia menjadi salah satu materi yang diperkenalkan Prof Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara (USU) dalam presentasinya di Norwegian University of Science and Technology (NTNU).

Presentasi yang berlangsung di NTNU tersebut diikuti para profesor, doktor, peneliti dan mahasiswa. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian Short-Term Academic Exchange Program yang diikuti Prof Rahmawaty di Norwegia.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Rahmawaty memperkenalkan Indonesia, khususnya Sumatera Utara dan USU, termasuk kekayaan budaya, masyarakat serta biodiversitas yang dimiliki. Salah satu fokus pembahasan adalah keberadaan hutan tropis Indonesia dan pentingnya upaya konservasi serta keberlanjutan.

"Saya sangat senang mendapat kesempatan memperkenalkan Indonesia, khususnya Sumatera Utara dan Universitas Sumatera Utara, termasuk budaya, masyarakat dan biodiversitas yang kita miliki," ujar Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Senin, 14 September 2026.

Ia mengatakan, hutan tropis Indonesia memiliki arti penting tidak hanya bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Karena itu, isu konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan menjadi bagian penting yang perlu terus diperkenalkan dalam forum akademik internasional.

Menurutnya, presentasi tersebut juga membuka ruang diskusi dengan komunitas akademik NTNU mengenai Indonesia dan berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama perguruan tinggi.

Prof Rahmawaty mengapresiasi sambutan hangat dari Prof Stergios serta para profesor, doktor dan mahasiswa NTNU yang meluangkan waktu mengikuti presentasinya. Ia menilai antusiasme peserta membuat kegiatan tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan yang bermakna.

Lebih jauh, pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan presentasi. Prof Rahmawaty berharap komunikasi yang telah terbangun dapat berkembang menjadi kerja sama akademik dan penelitian antara USU dan NTNU.

"Kesempatan ini bukan hanya tentang berbagi pengetahuan dan perspektif, tetapi juga membangun hubungan akademik yang lebih kuat serta kolaborasi penelitian antara USU dan NTNU," katanya.

Prof Rahmawaty berharap pertemuan tersebut menjadi awal bagi semakin banyak kesempatan untuk saling terhubung, berkolaborasi dan belajar bersama antara akademisi Indonesia dan Norwegia. (TESTI PRISCILLA/j)