BORNEONEWS, Sampit - Warga Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur mendukung subsidi tepat sasaran dengan menukarkan 2 tabung LPG 3 kilogram menjadi Bright Gas 5,5 kilogram yang difasilitasi Pertamina Patra Niaga langsung di desa tersebut.
"Adanya program ini memberikan kemudahan bagi kami, karena warga tidak perlu pergi jauh mengikuti penukaran tabung. Semoga kegiatan ini dapat kembali dilakukan lagi sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui program peralihan dari LPG 3 kilogram ke produk nonsubsidi," kata salah satu warga Desa Terantang, Ijal, Senin, 14 September 2026.
Program ganti bright gas kini lebih gampang tersebut menyasar masyarakat di wilayah pelosok Kotim. Dalam kegiatan itu, warga cukup membawa dua tabung LPG 3 kilogram dan KTP untuk mendapatkan satu tabung Bright Gas 5,5 kilogram tanpa biaya pembelian tabung.
Bagi warga Terantang, kemudahan akses menjadi salah satu hal yang paling dirasakan. Jika kegiatan dilakukan di pusat kota, warga harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk mengikuti program. Kali ini, tim Pertamina justru datang langsung ke desa.
Puluhan warga kemudian mendatangi lokasi kegiatan dengan membawa tabung LPG 3 kilogram. Setelah memenuhi persyaratan, mereka dapat menukarkan dua tabung LPG 3 kilogram dengan satu tabung gas 5,5 kilogram. Selain tabung Bright Gas, warga yang mengikuti program juga memperoleh minyak goreng.
Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Donny Prasetya mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan pemerintah agar distribusi LPG subsidi semakin tepat sasaran.
LPG 3 kilogram diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima subsidi. Sementara masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik didorong menggunakan LPG nonsubsidi, seperti LPG 5,5 kilogram.
"Program ini merupakan salah satu upaya kami untuk mendukung LPG subsidi agar penggunaannya semakin tepat sasaran. Masyarakat yang mampu kami dorong untuk beralih menggunakan produk nonsubsidi, sehingga LPG 3 kilogram dapat lebih tersedia bagi masyarakat yang memang berhak," ujar Donny.
Sosialisasi dan pelaksanaan program tidak hanya menyasar masyarakat di perkotaan. Pertamina juga berupaya menjangkau desa-desa agar informasi mengenai LPG subsidi dan nonsubsidi dapat diterima masyarakat secara lebih luas.
Upaya tersebut terlihat dari perjalanan tim menuju Desa Terantang yang membutuhkan waktu dan sejumlah moda transportasi.
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga wilayah Kalimantan Tengah Bagas Wicaksono mengatakan ia bersama tim terlebih dahulu menempuh perjalanan darat dari Sampit.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan klotok sebelum berjalan kaki menuju lokasi kegiatan.
Bagas mengatakan perjalanan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau tetap mendapatkan akses informasi dan program Pertamina.
"Ini untuk memastikan bahwa pengguna LPG 3 kilogram itu tepat sasaran. Kita sejalan dengan program pemerintah supaya 3 kilogram tepat sasaran. Masyarakat yang masih menggunakan tabung 3 kilogram dan merasa mampu dapat beralih ke produk Bright Gas non-PSO atau nonsubsidi," kata Bagas.
Kehadiran program tersebut di Desa Terantang menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat. Warga tidak perlu mengeluarkan waktu dan biaya tambahan untuk mendatangi pusat kota hanya untuk mendapatkan informasi maupun mengikuti penukaran LPG.
Program penukaran tersebut tidak hanya memberikan pilihan produk kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi agar LPG bersubsidi digunakan oleh kelompok masyarakat yang memang berhak. (DEWI PATMALASARI/R)









