BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus meminta bantuan helikopter water bombing kepada BNPB untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di titik api yang sulit dijangkau tim di darat.
"Kita sudah menyampaikan (meminta bantuan water bombing), bahkan ada pemberitahuan bahwa akan didrop satu helikopter, tapi ternyata sampai ini belum. Tapi kita minta terus," kata Bupati Kotim Halikinnor, Senin, 14 September 2026.
Menurut Halikinnor, keberadaan helikopter water bombing sangat dibutuhkan untuk menjangkau lokasi kebakaran yang berada jauh dari akses tim pemadam di darat.
Ia menyebut terdapat titik-titik kebakaran yang berada puluhan kilometer dari jangkauan petugas. Kondisi tersebut membuat penanganan secara manual menjadi sulit, terlebih kemampuan personel dan peralatan di lapangan memiliki keterbatasan.
"Karena yang di luar jangkauan kita puluhan kilo tidak mungkin kita ke sana. Tidak mungkin dijangkau, kemampuan manusia kan ada batasnya. Itu harapan kita dibantu oleh water bombing," tambahnya.
Halikinnor berharap bantuan helikopter water bombing dapat segera direalisasikan sehingga titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat bisa ditangani lebih cepat.
"Tapi sampai sekarang belum, tapi kita berharap tetap mudah-mudahan ada. Ya paling tidak mudah-mudahan Allah memberikan hujanlah pada titik-titik api tersebut," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









