BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan warga yang mengalami keluhan pernapasan akibat paparan asap.
“Fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap,” kata Riduan di Palangka Raya, Senin, 14 September 2026.
Ruang oksigen tersebut disiapkan di sejumlah puskesmas, di antaranya Puskesmas Menteng, Bukit Hindu, Pahandut, Jekan Raya, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Marina Permai, Rakumpit dan Tangkiling.
Selain ruang oksigen, Dinas Kesehatan juga mengoptimalkan peran puskesmas pembantu yang tersebar di 30 kelurahan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Kalau masyarakat mengalami batuk, pilek atau gejala infeksi saluran pernapasan akut, kami mengimbau agar segera datang ke fasilitas kesehatan yang telah disiapkan pemerintah,” ujarnya.
Dinkes Palangka Raya juga terus memantau perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA yang berpotensi meningkat ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.
Menurut Riduan, keberadaan ruang oksigen menjadi salah satu langkah untuk mengurangi dampak kesehatan terhadap masyarakat, terutama bagi warga yang mulai mengalami keluhan pada saluran pernapasan.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk serta menggunakan masker saat terpaksa beraktivitas di luar rumah.
Pemkot Palangka Raya berharap fasilitas kesehatan yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat selama kabut asap masih terjadi.
Penanganan dampak karhutla, menurut Riduan, juga memerlukan dukungan dan partisipasi masyarakat agar risiko gangguan kesehatan dapat ditekan.









