BORNEONEWS, Jakarta – Amerika Serikat menyatakan siap memperluas ekspor minyak, gas alam cair atau LNG, serta teknologi energi ke negara-negara Asia untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.
Wakil Menteri Energi AS James P. Danly mengatakan, kapasitas produksi energi Amerika Serikat terus bertumbuh dan berpotensi mencetak rekor baru, termasuk dari sisi ekspor LNG.
“Ekspor LNG kami telah meningkat dua kali lipat dan akan kembali berlipat ganda. Tahun lalu, kami menyetujui tambahan ekspor sebesar 17 BCF dan kami akan terus memberikan lebih banyak izin,” kata Danly dalam taklimat media daring, Senin, 14 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan mengenai tawaran yang dapat diberikan AS kepada negara-negara Asia Tenggara dalam kerja sama energi.
Menurut Danly, permintaan energi global yang terus meningkat membuka ruang bagi AS untuk memperkuat perannya sebagai pemasok energi ke berbagai negara.
Ia juga menekankan pentingnya kepastian hukum dan ketentuan kerja sama yang kompetitif dalam membangun hubungan dagang jangka panjang.
“Kami memiliki sistem peradilan yang sepenuhnya dapat diandalkan. Kami menawarkan ketentuan yang wajar secara komersial dalam menjalin kerja sama dengan negara-negara asing,” ujarnya.
Selain minyak dan LNG, AS juga mendorong ekspor teknologi energi ke Asia.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah teknologi nuklir sipil yang dinilai dapat mendukung penyediaan energi yang terjangkau, andal dan aman.
Danly mengatakan akses terhadap energi yang stabil menjadi salah satu prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Agenda energi pemerintahan Presiden AS Donald Trump juga menempatkan Asia sebagai salah satu kawasan penting untuk perluasan perdagangan energi.
Selain memperluas pasar komoditas energi, AS berupaya meningkatkan ekspor teknologi dan memperkuat kerja sama dengan negara-negara Asia dalam bidang ketahanan energi.
Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat posisi AS sebagai mitra strategis dalam mendukung kebutuhan energi dan pembangunan ekonomi kawasan.
ANTARA



