PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palangka Raya tengah melaksanakan survei dan persiapan Penilaian Indeks Sistem Merit guna memastikan pengelolaan kepegawaian berjalan sesuai standar terbaru.

Penilaian ini disusun mengacu pada PermenPAN-RB terbaru dengan penyesuaian indikator yang mencakup aspek pengadaan, penerapan sistem merit, kedisiplinan, budaya kerja, kesejahteraan ASN, hingga digitalisasi pelayanan kepegawaian.

Dalam rangka memperkuat pondasi penilaian tersebut, internalisasi budaya kerja ASN “BerAKHLAK” menjadi fokus utama.

Nilai-nilai inti yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif kini menjadi aspek penilaian tersendiri dalam penerapan Sistem Merit dan manajemen kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya.

Plt Kepala BKPSDM Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman, menjelaskan bahwa pembentukan budaya kerja yang kuat dilakukan melalui tiga tahapan strategis.

Pertama adalah tahapan konstruksi sosial, yaitu membangun pemahaman awal seluruh ASN terhadap konsep dan nilai-nilai BerAKHLAK.

Tahapan kedua berupa internalisasi, di mana setiap ASN diajak untuk mencerna, menganalisis, serta meresapi makna mendalam dari nilai-nilai tersebut hingga benar-benar menjadi bagian dari pola pikir dan sikap kerja sehari-hari.

Tahapan ketiga adalah implementasi nyata, yang terwujud melalui pemberian pelayanan prima sopan, tidak emosional, dan mampu memberikan solusi yang memuaskan bagi masyarakat yang dilayani.

"Selain penguatan budaya kerja, BKPSDM Kota Palangka Raya juga turut menyampaikan himbauan kesehatan dan keselamatan kerja bagi seluruh pegawai," Katanya, Selasa, 15 September 2026.

Mengingat kondisi kabut asap akibat karhutla yang masih berdampak di wilayah kota, seluruh ASN diimbau untuk senantiasa menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Pegawai juga diharapkan rutin mengonsumsi vitamin, buah, dan makanan bergizi seimbang guna menjaga daya tahan tubuh.

“Kesehatan dan keselamatan kerja adalah kunci agar kita tetap dapat bekerja secara optimal dan melayani masyarakat dengan baik,” ujar Fauzi Rahman. (PATHUR/Y)