PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Menjaga kawasan hutan dapat menjadi bagian dari pekerjaan masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian, Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat.

Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio Wibowo, mengatakan terdapat 10 tenaga pelaksana yang terlibat dalam kegiatan pengelolaan kawasan tersebut.

Dari jumlah tersebut, dua di antaranya merupakan perempuan.

“Angka tersebut bukan sekadar angka ekonomi. Ia menunjukkan bahwa menjaga kawasan juga dapat menjadi bagian dari pekerjaan masyarakat,” kata Henky kepada Borneonews pada Selasa, 15 September 2026.

Total insentif yang diterima para tenaga pelaksana mencapai sekitar Rp30,8 juta per bulan atau sekitar Rp369,6 juta per tahun.

Menurut Henky, fakta tersebut memperlihatkan bahwa agenda konservasi dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

Kawasan Danau Masoraian sendiri memiliki luas sekitar 3.006 hektare dan dikelola KTH Komunitas Karya Masoraian dengan melibatkan 213 anggota.

Selain melakukan perlindungan kawasan, masyarakat juga memanfaatkan potensi perikanan di Danau Masoraian. Sejumlah jenis ikan seperti lais, toman, haruan, kerandang, betutu dan baung dimanfaatkan untuk konsumsi maupun dijual.

Henky menilai pendekatan pemberdayaan penting agar masyarakat memiliki sumber penghasilan yang dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

“Masyarakat membutuhkan keterampilan, kesempatan usaha, akses terhadap pasar dan sumber pendapatan yang membuat mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus mengorbankan sumber daya alam,” ujarnya. (TESTI PRISCILLA/y)