BORNEONEWS, Banjarmasin - Tim SAR Gabungan kembali berhasil mengevakuasi puluhan korban selamat dari musibah kapal KM Virgo Transport 8 menuju Posko SAR Gabungan di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Selasa, 15 September 2026.
Proses evakuasi darat dan laut ini melibatkan berbagai unsur kesatuan guna memastikan keselamatan seluruh penumpang yang sempat terombang-ambing di perairan.
Berdasarkan informasi dari lokasi kejadian, sebanyak 22 korban selamat awalnya ditemukan dan dievakuasi oleh kapal KM Cahaya Bahari. Unsur TNI Angkatan Laut kemudian melakukan pemindahan penumpang di tengah laut (intercept) menggunakan KRI Nala untuk selanjutnya diantarkan mendekati pos perairan darat.
"Proses pemindahan akhir menuju dermaga dilaksanakan menggunakan armada Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Lanal Banjarmasin. Sekitar pukul 10.00 WITA, kapal cepat RBB Lanal Banjarmasin secara bertahap merapat di dermaga posko dengan membawa rombongan korban selamat untuk segera dievakuasi ke darat," ungkap Singgih, Humas Basarnas Banjarmasin.
Setibanya di posko, seluruh korban langsung diarahkan menuju area penanganan medis darurat. Tim medis gabungan yang bersiaga melaporkan mayoritas korban dalam kondisi selamat, meski tercatat ada tiga orang penumpang yang mengalami luka-luka ringan akibat peristiwa tersebut.
Selain penanganan fisik dan pengobatan medis dasar, petugas di lapangan juga memberikan trauma healing awal bagi para korban. Langkah penanganan psikologis ini diberikan untuk menenangkan kondisi mental para penumpang setelah mengalami insiden darurat di tengah laut.
Pihak Posko SAR Gabungan saat ini masih melakukan verifikasi dan pendataan ulang terhadap nama-nama korban guna disesuaikan dengan manifes resmi kapal. Setelah penanganan medis dan validasi data rampung, seluruh korban selamat akan segera dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak keluarga masing-masing.
Dukungan alut sista dan personel dari Lanal Banjarmasin dinilai sangat krusial dalam mempercepat pergerakan evakuasi di titik-titik pencarian utama. Tim SAR Gabungan hingga kini terus melanjutkan operasi penyisiran perairan untuk mencari kemungkinan adanya korban lain yang belum ditemukan. (SABRIANOOR/H)









