BORNEONEWS, Banjarmasin - Tim SAR gabungan berhasil mengidentifikasi enam jenazah korban insiden kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 hingga hari ketiga operasi pencarian, Selasa, 15 September 2026. Di saat bersamaan, upaya pencarian terhadap 129 penumpang lain yang masih dinyatakan hilang terus diperluas di perairan Laut Jawa.
Pada fase pencarian hari ketiga ini, Basarnas Banjarmasin mengerahkan kekuatan besar dengan melibatkan lebih dari 1.000 personel gabungan. Wilayah penyisiran pun diperlebar hingga radius 1.475 mil laut melalui pemantauan jalur udara serta penyisiran armada laut guna memaksimalkan peluang menemukan para korban.
Proses evakuasi korban meninggal dunia dilakukan secara bertahap melalui jalur udara dari kapal penampung TCP menuju Pangkalan Udara (Lanud) Syamsudin Noor. Langkah ini diambil guna mempercepat penanganan serta penyerahan jenazah kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalsel.
"Dari proses pemeriksaan medis pada Selasa, tim DVI mengonfirmasi identitas empat korban yang baru dievakuasi lewat udara, yaitu Nurul Rian Hidayat (33) asal Pamekasan, Deny Ridzal Saputra (29) asal Kediri, Imam Soeparno (66) asal Surabaya, dan Erick Maisul Latif (37) asal Garut," ungkap Humas Basarnas Banjarmasin, Singgih.
Selain keempat korban tersebut, petugas juga merampungkan proses identifikasi terhadap Risyan Kurnia Putra (28), warga Garut yang dievakuasi pada Senin kemarin. Adapun korban keenam, Reyner Fausta Yosilianto (22) asal Jawa Timur yang sebelumnya dievakuasi armada MT Pertamina, telah diserahterimakan kepada pihak keluarga.
Operasi SAR berskala besar ini menjadi tantangan berat bagi tim lapangan mengingat luasnya pemetaan zona pencarian di laut terbuka. Koordinasi intensif antarinstansi terus ditingkatkan untuk memetakan titik-titik krusial keberadaan sisa penumpang yang belum ditemukan.
Pemerintah dan otoritas SAR memastikan bahwa penyisiran di sektor-sektor prioritas akan terus berlanjut tanpa mengurangi intensitas pengerahan personel maupun alat utama sistem pertolongan hingga seluruh manifes kapal dapat dipertanggungjawabkan. (SABRIANOOR/j)









