BORNEONEWS, Palangka Raya - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS SMP Kota Palangka Raya kembali melaksanakan pertemuan dan pembinaan yang berlangsung pada Selasa, 15 September 2026 di SMPN 6 Palangka Raya. Kegiatan diikuti oleh para kepala SMP se-Kota Palangka Raya dengan fokus utama pada keberlanjutan layanan pendidikan di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, dalam arahannya menegaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran harus tetap berjalan meskipun kondisi lingkungan belum memungkinkan untuk dilaksanakan secara tatap muka. Menurutnya, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan salah satu alternatif dalam memenuhi layanan pendidikan Pemerintah Kota Palangka Raya kepada peserta didik.
Ia mengingatkan agar pelaksanaan PJJ saat ini tidak disamakan dengan pola pembelajaran pada masa pandemi COVID-19. Sekolah harus benar-benar memastikan peserta didik tetap memperoleh layanan pembelajaran yang bermakna sehingga tidak terjadi kembali kondisi lost generation akibat terhentinya proses pendidikan.
“Pembelajaran harus tetap berlangsung walaupun kondisi kita terdampak kabut asap,” tegasnya.
Jayani juga menyampaikan bahwa apabila pemerintah daerah menetapkan pelaksanaan PJJ, maka seluruh satuan pendidikan harus tertib melaksanakannya. Kepala sekolah diberikan ruang untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kondisi sekolah masing-masing dengan tetap berkoordinasi bersama seluruh guru.
Ia menambahkan bahwa guru tidak harus selalu datang ke sekolah apabila kondisi tidak memungkinkan, selama proses pembelajaran dari rumah tetap dapat dilaksanakan dengan baik. Hal terpenting adalah tanggung jawab sekolah dalam memastikan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan tetap terpenuhi.
Dalam pelaksanaan PJJ, sekolah juga diharapkan tetap mendorong peserta didik menjalankan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Koordinasi antara kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua perlu diperkuat agar kegiatan belajar tetap berjalan secara terarah.
Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan mengingatkan seluruh satuan pendidikan untuk terus memperbarui data Dapodik sesuai kondisi riil di sekolah, termasuk data jumlah guru dan tenaga kependidikan.
“Pendidikan merupakan prioritas Pemerintah Kota Palangka Raya. Karena itu, kita harus tetap profesional dalam bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada anak-anak kita,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Muhamad Aswani menekankan pentingnya penyederhanaan pembelajaran bagi sekolah yang terdampak karhutla dan kabut asap.
Ia meminta guru memprioritaskan materi esensial dan memberikan tugas mandiri secara fleksibel sesuai kemampuan serta kondisi peserta didik. Keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki sebagian peserta didik juga perlu menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan PJJ.
Menurutnya, evaluasi pelaksanaan PJJ menunjukkan bahwa pembelajaran jangan hanya berorientasi pada pemberian tugas dan pencapaian angka. PJJ dapat dikembangkan melalui berbagai aktivitas yang memungkinkan peserta didik tetap aktif, seperti menyampaikan pendapat, berdiskusi, melakukan presentasi, maupun kegiatan pembelajaran interaktif lainnya.
“Jangan sampai pembelajaran yang kita berikan justru membebani anak-anak,” pesannya.
Aswani juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis peserta didik. Dalam situasi penuh tekanan seperti saat ini, kondisi di lingkungan keluarga juga dapat memengaruhi perilaku anak. Karena itu, guru diharapkan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga tetap memberikan pendampingan dan perhatian kepada peserta didik.
Terkait penentuan PJJ, ia menjelaskan bahwa pemerintah belum mengeluarkan Surat Edaran terbaru karena pelaksanaan saat ini masih mengacu pada ketentuan yang ada, khususnya poin yang memberikan ruang bagi sekolah untuk menentukan PJJ sesuai kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Ia juga mengingatkan agar sekolah tidak menentukan kebijakan hanya berdasarkan satu sumber informasi. Pemantauan kondisi udara dan lingkungan sebaiknya dilakukan melalui sedikitnya tiga sumber sebagai bahan perbandingan dan pertimbangan sebelum menentukan kebijakan pembelajaran.
Dalam evaluasi PJJ, Aswani menyampaikan bahwa peserta didik mulai merasa jenuh berada di rumah. Oleh sebab itu, guru perlu terus hadir memberikan pendampingan dan menghadirkan pembelajaran yang menarik. Ia meyakini bahwa guru-guru di Kota Palangka Raya memiliki kompetensi untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan para kepala sekolah agar aktif mengikuti kegiatan MKKS. Kehadiran dalam forum MKKS dinilai penting agar kepala sekolah tidak tertinggal informasi, kebijakan, maupun perkembangan terbaru terkait pendidikan di Kota Palangka Raya.
Kegiatan MKKS berlangsung dengan rangkaian acara yang cukup beragam, pertemuan tersebut menjadi momentum bagi para kepala sekolah untuk memperkuat koordinasi dan komitmen bersama bahwa kondisi kabut asap tidak boleh menghentikan hak anak untuk mendapatkan pendidikan. Dengan kolaborasi, fleksibilitas, dan profesionalisme, layanan pembelajaran diharapkan tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah. (TESTI PRISCILLA/j)









