BORNEONEWS, Sampit – Masyarakat Kotawaringin Timur, khususnya wilayah selata daerah setempat, tampaknya masih harus bersabar menanti datangnya musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah tersebut baru memasuki awal musim hujan pada dasarian III November 2026.
Kepala BMKG Kotim Mulyono Leo Nardo mengatakan, musim hujan di Kotim diperkirakan datang secara bertahap, dimulai dari wilayah utara kemudian bergerak menuju selatan.
Pada Oktober, curah hujan di wilayah utara mulai berada dalam kategori menengah. Sebaliknya, wilayah selatan masih diprediksi mengalami curah hujan yang sangat rendah.
"Di bulan Oktober ini kita memprediksi curah hujan sudah mulai ada di daerah utara, mulai dari utara menuju selatan. Di wilayah utara sudah mulai dalam kategori curah hujan menengah, sedangkan di daerah selatan masih sangat rendah," ujar Mulyono, Selasa, 15 September 2026.
Ia menambahkan, sifat curah hujan pada Oktober masih berada dalam kondisi normal hingga di bawah normal. Memasuki November, sebagian besar wilayah diperkirakan mulai memasuki musim hujan.
"November kemungkinan besar kita sudah memasuki musim hujan," katanya.
Berdasarkan prakiraan awal musim hujan yang baru dirilis BMKG, wilayah utara Kotim diperkirakan menjadi kawasan pertama yang memasuki musim hujan. Awalnya diprediksi terjadi pada dasarian II Oktober, yakni periode 10 hingga 20 Oktober.
Wilayah tersebut meliputi sebagian Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hulu, dan Bukit Santuai.
Selanjutnya, wilayah bagian tengah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada dasarian III Oktober atau sekitar 20 hingga 31 Oktober. Di antaranya Mentaya Hilir Utara, Telaga Antang, Mentaya Hulu, dan Parenggean.
"Di akhir bulan Oktober nanti baru awal musim hujannya," jelasnya.
Sementara itu, masyarakat di wilayah Baamang dan Ketapang serta sekitarnya diperkirakan baru mulai memasuki musim hujan pada dasarian I November.
"Di awal November kita baru menerima hujan yang memang benar-benar hujan," ungkap Mulyono.
Sedangkan wilayah selatan menjadi kawasan yang paling akhir mendapatkan awal musim hujan. BMKG memprakirakan hujan mulai memasuki wilayah tersebut pada dasarian III November. Wilayah ini mencakup Sampit, Pulau Hanaut, dan sekitarnya.
Dengan demikian, masyarakat di wilayah selatan, khususnya Sampit, masih perlu bersabar karena hujan yang menandai masuknya musim hujan diperkirakan baru terjadi menjelang akhir November.
BMKG berharap prakiraan musim tersebut dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyusun berbagai kegiatan serta mengantisipasi dampak perubahan musim. (DEVI/j)









