TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Tim gabungan harus bekerja hingga malam untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda tanah masyarakat di Desa Magantis, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Selasa, 15 September 2026. Kondisi gelap dengan jarak pandang terbatas serta lapisan gambut dan akar pepohonan yang tebal menjadi kendala petugas dalam memastikan seluruh titik api berhasil ditangani.

Informasi kebakaran diterima Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD dan Damkar Barito Timur dari masyarakat melalui WhatsApp. Setelah menerima laporan tersebut, tim bergerak dari Posko Siaga Karhutla Tamiang Layang pada pukul 18.37 WIB menuju lokasi kejadian.

Perjalanan dari posko menuju lokasi kebakaran memerlukan waktu sekitar 15 menit. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman terhadap api yang membakar vegetasi berupa semak belukar dan pepohonan kayu di atas lahan dengan kondisi tanah mineral dan marginal.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar Barito Timur Parluhutan Tampubolon mengatakan, pemadaman pada malam hari membuat petugas menghadapi keterbatasan jarak pandang. Kondisi lapisan gambut dan akar pepohonan yang tebal juga menyulitkan proses penanganan.

"Karena pemadaman dilakukan pada malam hari, kendalanya adalah jarak pandang. Selain itu, terdapat gambut dan akar pepohonan yang cukup tebal," kata Parluhutan.

Untuk mendukung operasi pemadaman, tim mengandalkan sejumlah sumber air. Pasokan air berasal dari satu tangki suplai air PDAM Barito Timur, satu unit tangki milik PT Wasco, serta satu tandon berkapasitas 1.200 liter dari Kodim 1012/Buntok.

Operasi tersebut melibatkan 12 personel TRC-PB BPBD Barito Timur bersama anggota Polres Barito Timur, TNI dari Kodim 1012/Buntok, personel Yonif TP 924/Uria Mapas, PDAM, PT Wasco, unsur Posko Terpadu Karhutla Barito Timur, relawan dan warga setempat.

BPBD Damkar Barito Timur turut mengerahkan dua unit mesin jinjing atau alkon, delapan selang antar, dua nozzle, satu tandon air berkapasitas 1.000 liter, satu mobil pikap, mobil operasional rescue, lima handy talky serta lima unit knapsack sprayer untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Dukungan suplai air juga diperkuat PT Wasco melalui satu unit water tank berkapasitas 5.000 liter. Sementara PDAM Barito Timur mengerahkan satu unit tangki suplai air untuk menunjang kebutuhan petugas selama operasi berlangsung.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 0,6 hektare. Seluruh area tersebut berhasil ditangani dan dipadamkan oleh tim gabungan. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 21.30 WIB sebelum api dinyatakan padam.

Parluhutan mengatakan, petugas tetap memastikan kondisi lokasi aman sebelum meninggalkan area kebakaran. Pemeriksaan personel dilakukan oleh masing-masing instansi untuk memastikan tidak ada anggota yang tertinggal di lokasi.

"Api sudah padam. Sebelum keluar dari lokasi kebakaran, masing-masing instansi mengecek anggotanya. Setelah lengkap, tim langsung kembali ke tempat masing-masing," ujar Parluhutan.

Keberhasilan pemadaman tersebut menjadi hasil kerja bersama berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla. Meski api telah padam, kondisi vegetasi dan akar pepohonan yang tebal tetap menjadi perhatian karena dapat menyimpan panas dan berpotensi memunculkan kembali titik api apabila tidak ditangani secara menyeluruh. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)