BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Purwanto, terus mendorong penguatan sektor pertanian dan perikanan melalui penyaluran berbagai program aspirasi kepada kelompok masyarakat di sejumlah daerah.
Kali ini, dukungan disalurkan dalam bentuk bantuan kolam bioflok untuk pengembangan budi daya ikan air tawar serta alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa Traktor Roda Empat (TR 4).
Bantuan kolam bioflok disalurkan kepada Yayasan Pendidikan Islam Bataguh, Kabupaten Kapuas, Pondok Pesantren Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, serta KUB A'manshurin, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Sementara itu, bantuan TR 4 diberikan kepada dua kelompok tani di Kota Palangka Raya, yakni KST (Kerukunan Sedulur Tani) di Kecamatan Jekan Raya dan Kelompok Tani Sejahtera di Kecamatan Bukit Batu.
Bambang mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan usaha pertanian dan perikanan dengan memanfaatkan teknologi yang lebih modern.
Menurutnya, modernisasi sektor pertanian menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
"Bantuan ini diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produksi. Kita ingin petani dan pembudidaya ikan semakin modern, mandiri dan tangguh," ujar Bambang, Rabu, 16 September 2026.
Ia menilai, penggunaan teknologi, termasuk kolam bioflok dan mekanisasi pertanian, dapat membantu masyarakat meningkatkan efisiensi dalam mengelola usaha. Dengan demikian, hasil produksi diharapkan semakin meningkat dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani maupun pembudidaya ikan.
Bambang menegaskan, pembangunan sektor pangan tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Peran petani, kelompok tani, pembudidaya ikan, lembaga pendidikan, dan pesantren juga penting dalam membangun kemandirian pangan.
"Tujuan akhirnya adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga swasembada pangan. Petani harus kita dorong menjadi petani yang modern dan tangguh," tegasnya.
Ia berharap, bantuan yang disalurkan tidak berhenti pada pemberian sarana produksi, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan produktif dan berkelanjutan.
Dengan pengelolaan yang baik, bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di Kalteng. (DANANG/y)









