BORNEONEWS, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan ajang Worldskills Competition di Shanghai pada 22-27 September mendatang dapat menjadi salah satu tolok ukur kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.
"Saya kira ajang di Shanghai nanti itu akan menjadi semacam standardisasi dari kualitas pendidikan vokasi yang ada di Indonesia," ujar Fajar pada kegiatan Pelepasan Kontingen Republik Indonesia pada Worldskills Competition Shanghai 2026 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Selasa malam.
Ia mengatakan berbagai cabang keterampilan yang dipertandingkan dalam ajang tersebut dapat menjadi gambaran mengenai program studi atau keahlian yang akan semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja pada masa mendatang.
Menurut Fajar, perkembangan tersebut perlu direspons oleh satuan pendidikan vokasi formal, informal, maupun nonformal di Indonesia, termasuk melalui penyesuaian jurusan dan bidang keahlian agar mampu menjawab kebutuhan manusia modern di era kecerdasan buatan (AI).
"Kita bisa meneropong bahwa prodi-prodi atau keahlian-keahlian yang akan relevan di masa depan itu apa. Saya rasa itu harus direspons oleh pendidikan vokasi di Indonesia," katanya.
Fajar menilai penyesuaian jurusan pendidikan vokasi diperlukan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan perubahan kebutuhan pekerjaan dan perkembangan teknologi.
Di sisi lain, ia menegaskan perkembangan AI tidak serta-merta menghilangkan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan teknis.
Menurut dia, pekerjaan teknis justru tetap memiliki tempat dan berpotensi semakin dibutuhkan.
"Saya percaya di tengah gempuran kecerdasan buatan, pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya teknis itu masih punya tempat," katanya.
Karena itu, Fajar berpesan kepada kontingen Indonesia untuk tidak hanya mengejar prestasi dalam kompetisi, tetapi juga membawa pulang pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti ajang tersebut.
Ia meminta para peserta menjadikan pengalaman di Shanghai sebagai bahan pembelajaran yang dapat ditularkan kepada masyarakat, khususnya komunitas pendidikan vokasi di Indonesia.
"Apapun hasilnya, pulanglah kembali ke tanah air dengan kebanggaan, dengan tanggung jawab bahwa apa yang telah dicapai di Shanghai, apa yang telah dilihat, dipelajari di Shanghai itu perlu ditularkan, disebarkan di Indonesia, terutama di komunitas," kata Fajar.
Fajar juga menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada seluruh kontingen Indonesia yang akan berlaga dengan membawa nama Merah Putih di ajang tersebut.
ANTARA









