PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Hutan dan danau merupakan dua ekosistem yang saling berkaitan dalam menopang kehidupan masyarakat di Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian, Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat.

Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan keduanya tidak semestinya dipandang sebagai bentang alam yang berdiri sendiri.

“Hutan dan danau bukan sekadar bentang alam. Keduanya merupakan bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus rumah bagi keanekaragaman hayati,” kata Henky kepada Borneonews pada Rabu, 16 September 2026.

Kawasan Danau Masoraian memiliki luas sekitar 3.006 hektare dan dikelola KTH Komunitas Karya Masoraian dengan melibatkan 213 anggota.

Pemantauan pada 2024 mengestimasi keberadaan 21 individu orangutan dan mencatat 82 jenis burung.

Sementara danau menjadi sumber penghidupan melalui kegiatan perikanan.

Sejumlah ikan seperti lais, toman, haruan, kerandang, betutu dan baung dimanfaatkan masyarakat untuk konsumsi maupun dijual.

Henky mengatakan menjaga hutan berarti menjaga pula sumber air dan ekosistem perairan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/Y)