BORNEONEWS, Palangka Raya – Perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah dinilai memiliki peluang untuk ikut dalam skema IDX Green Equity Designation yang diluncurkan Bursa Efek Indonesia atau BEI.
Pengamat perkebunan kelapa sawit dan ekonomi Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, mengatakan penerapan bursa saham berbasis hijau tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem keuangan berkelanjutan di pasar modal.
“Ini merupakan suatu langkah penting dan sangat strategis dalam rangka mendukung ekosistem lingkungan keuangan yang berkelanjutan di pasar modal,” kata Rawing kepada Borneonews pada Rabu, 16 September 2026.
IDX Green Equity Designation resmi diluncurkan pada 28 Agustus 2026. Saat ini, tiga perusahaan telah mendapatkan sertifikasi tersebut, yakni PT Hero Global Investment Tbk, PT Kencana Energi Lestari Tbk, dan PT TBS Energi Utama Tbk.
Rawing berharap jumlah perusahaan yang masuk dalam skema tersebut terus bertambah, termasuk perusahaan dari Kalimantan Tengah yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, kehutanan maupun pertambangan.
Menurutnya, perusahaan yang bergerak di sektor berbasis sumber daya alam memiliki tantangan sekaligus peluang besar untuk menunjukkan komitmen terhadap prinsip keberlanjutan.
“Harapannya tidak hanya tiga perusahaan yang mendapat sertifikat IDX Green Equity, tetapi akan banyak lagi perusahaan lain dari berbagai daerah. Seperti perusahaan perkebunan kelapa sawit, perusahaan kehutanan, tambang dan lainnya,” ujarnya.
Ia menilai penerapan prinsip keberlanjutan kini menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha. Perusahaan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan kegiatan usahanya tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.
Rawing menegaskan, perusahaan sawit di Kalteng perlu terus memperkuat praktik keberlanjutan agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan pasar dan investasi global.
“Pada prinsipnya sekarang untuk mengembangkan unit usaha harus menganut prinsip-prinsip sustainability yang ramah lingkungan. Apa yang dibangun saat ini harus terus dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang,” pungkas Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah ini. (TESTI PRISCILLA/Y)









