BORNEONEWS, Palangka Raya – Perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Tengah didorong semakin serius menerapkan prinsip keberlanjutan dalam menjalankan kegiatan usaha. Hal ini dinilai penting seiring berkembangnya tuntutan terhadap investasi yang memperhatikan aspek lingkungan.
Pengamat perkebunan kelapa sawit dan ekonomi, Rawing Rambang, mengatakan prinsip keberlanjutan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pengembangan usaha saat ini.
Menurutnya, kegiatan pembangunan dan investasi harus mempertimbangkan manfaat ekonomi sekaligus dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Dalam keberlanjutan usaha yang harus diperhatikan adalah fungsi ekonomi, sosial, lingkungan serta transparansi,” kata Rawing kepada Borneonews pada Rabu, 16 September 2026.
Ia mengatakan sektor kelapa sawit di Kalimantan Tengah memiliki instrumen untuk menunjukkan komitmen terhadap praktik perkebunan berkelanjutan. Salah satunya melalui sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil atau ISPO.
Rawing menilai penerapan standar keberlanjutan tersebut penting, terutama bagi perusahaan perkebunan yang ingin memperkuat posisi di tengah berkembangnya tren investasi hijau.
“Di Kalimantan Tengah khususnya perusahaan kelapa sawit harus menganut prinsip-prinsip sustainable. Ada sertifikasi keberlanjutan yang disebut ISPO atau Indonesian Sustainable Palm Oil,” ujar Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah ini.
Ia menambahkan, konsep keberlanjutan bukan hanya persoalan menjaga lingkungan. Perusahaan juga harus memastikan kegiatan usaha memberikan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
Menurut Rawing, penerapan prinsip tersebut juga sejalan dengan perkembangan pasar modal yang mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap perusahaan yang memiliki kinerja dan komitmen lingkungan.
Karena itu, ia berharap perusahaan sawit di Kalteng dapat terus memperkuat tata kelola, aspek lingkungan, tanggung jawab sosial dan transparansi sebagai bagian dari kesiapan menghadapi perkembangan investasi berbasis hijau.
“Pada prinsipnya sekarang untuk mengembangkan unit usaha harus menganut prinsip-prinsip sustainability yang ramah lingkungan,” pungkas Rawing. (TESTI PRISCILLA/H)









