BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kapuas Tahun 2025–2029 didorong tidak hanya berorientasi pada target pembangunan, tetapi juga mampu memetakan kesenjangan yang dihadapi perempuan dan laki-laki.
Hal itu menjadi salah satu fokus dalam Workshop Analisis Gender RPJMD, penyusunan Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender (RAD PUG), serta pendampingan penyusunan Gender Action Budget/Gender Budget Statement (GAB/GBS) di Aula Bapperida Kabupaten Kapuas, Rabu, 16 September 2026.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai mengatakan, momentum penyusunan dan pelaksanaan RPJMD harus dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai isu dan kesenjangan gender sejak awal. Hasil identifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah.
Menurut Usis, pendekatan tersebut diperlukan karena kebutuhan dan hambatan yang dihadapi masyarakat tidak selalu sama. Karena itu, proses pembangunan perlu memperhatikan kondisi, kebutuhan, permasalahan serta hambatan yang mungkin berbeda antara perempuan dan laki-laki.
"Dalam konteks inilah, Pengarusutamaan Gender atau PUG menjadi salah satu strategi penting dalam penyelenggaraan pembangunan daerah. PUG bukan program yang berdiri sendiri dan bukan pula semata-mata menjadi tanggung jawab perangkat daerah yang membidangi pemberdayaan perempuan," tegas Usis.
Ia menambahkan, hasil analisis gender terhadap RPJMD selanjutnya menjadi dasar dalam penyusunan RAD PUG. Dokumen tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kelengkapan perencanaan, tetapi memberikan arah dan prioritas yang dapat dilaksanakan perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya.
"Kita tidak ingin hanya menghasilkan dokumen perencanaan tetapi tidak terlihat dalam alokasi dan pelaksanaan anggaran. Sebaliknya, kita ingin agar setiap intervensi pembangunan yang memang memiliki dimensi gender dapat direncanakan dan dianggarkan secara tepat," tegas Sekda. (SABRIANOOR/H)









