PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mahasiswa dan pemuda turut terlibat dalam membantu masyarakat di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kekeringan di Kalimantan Tengah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat menyerahkan bantuan pangan kepada mahasiswa di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Rabu, 16 September 2026.

Dalam penanganan karhutla dan dampak kekeringan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengerahkan personel dan relawan ke berbagai wilayah terdampak.

Puluhan ribu relawan telah terlibat dalam upaya penanganan, termasuk tambahan lebih dari seribu relawan dari kalangan mahasiswa dan pemuda.

“Relawan kita banyak, termasuk mahasiswa dan anak-anak muda. Mereka ikut membantu masyarakat. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong di Kalimantan Tengah masih sangat kuat,” ungkap Agustiar.

Keterlibatan mahasiswa dan pemuda tersebut disebut dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak kondisi karhutla dan kekeringan.

Selain mengerahkan relawan, pemerintah menyalurkan vitamin, alat pelindung diri (APD), makanan bergizi, serta kebutuhan lainnya bagi masyarakat dan petugas yang berada di lapangan.

“Yang kita lakukan ini adalah bentuk kebersamaan. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Kita semua harus bergotong royong, saling membantu dan saling menguatkan dalam menghadapi kondisi seperti sekarang,” katanya. (HERMAWAN DP/R)