BORNEONEWS, Nanga Bulik - Seksi Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinas Kesehatan Lamandau menyatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (BDB), meskipun pada akhirnya ada empat kasus di Desa Purwareja (SP1), Kecamatan Sematu Jaya, dalam sepekan terakhir.
"Kalau dibilang tidak upaya ada pencehan dari Dinkes, tentu tidak benar. Karena program pencegahan sudah rutin kita galakkan," terang Alfian, Kasie Kesling Dinkes Lamandau, Minggu (15/1/2017).
Keterangan Alfian, sejumlah upaya pencegahan sudah masuk program rutin setiap tahun, sehingga tidak mungkin Dinkes tidak melakukan pencegahan. "Misalnya melakukan fogging massal di area berpotensi endemis DBD, abatesasi hingga penyuluhan tentang PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) dan program 3M plus," katanya.
Ia memastikan, pada periode Desember 2016 lalu Dinkes telah menggencarkan fogging massal di wilayah berpotensi endemis. Seperti di Bulik dan Sematu Jaya.
"Di Bulik kita lakukan fogging di sejumlah titik di Kelurahan Nanga Bulik. Untuk Sematu Jaya juga kita lakukan di SP 5 (Desa Wonorejo) dan di SP 6 (Mekar Mulya). Karena sesuai sejarahnya daerah-daerah tersebut termasuk daerah berpotensi endemis," katanya.
Selain itu, Dinkes juga telah melayani permintaan fogging di sejumlah wilayah atas permintaan dari masyarakat.
Selain pengasapan, sambung Alfian, pada 2016 lalu Dinkes gencar melakukan abatisasi dengan pola bagi-bagi obat abate gratis kepada masyarakat. Bahkan, untuk mempermudah aksesnya, obat abate gratis tersebut sudah didistribusikan/tersedia di sejumlah pusat pelayanan kesehatan mulai dari tingkat puskesdes, pustu, puskesmas hingga RSUD. (HENDY NURFALAH/B-5)








