BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Bank Kalteng disebut memiliki modal inti lebih dari Rp3 triliun dalam pembahasan arah pengelolaan APBD Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2027.
Hal tersebut disampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam tanggapan atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kalteng terhadap Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna Ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026, Rabu, 16 September 2026.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Sekda Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden menekankan manfaat dan nilai bagi masyarakat dalam penganggaran.
Dalam pengelolaan BUMD, evaluasi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kesehatan keuangan, produktivitas aset dan modal, tata kelola, dividen, serta manfaat ekonomi dan pelayanan bagi masyarakat.
PT Bank Kalteng disebut memiliki modal inti lebih dari Rp3 triliun. Bank Kalteng membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp184,30 miliar kepada seluruh pemegang saham.
Pengelolaan BUMD tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan aset daerah dan kinerja BUMD untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
“Setiap rupiah anggaran harus menghasilkan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat,” tutur Linae. (HERMAWAN DP/j)








