BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan pelantikan 12 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya dilakukan melalui sistem manajemen talenta dan berlandaskan sistem merit.
Hal tersebut disampaikan Fairid dalam sambutannya pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pimpinan tinggi pratama di Aula Hapakat Jaya Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rabu malam, 16 September 2026.
Fairid mengatakan manajemen talenta menjadi bagian dari sistem untuk menyaring dan menempatkan pemimpin berdasarkan kualifikasi, kompetensi dan kinerja.
“Pelantikan hari ini membuktikan bahwa sistem manajemen talenta kita berjalan dengan baik untuk menyaring pemimpin masa depan yang berbasis pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil atau sistem merit,” kata Fairid.
Ia menegaskan, pejabat yang dilantik tidak ditempatkan berdasarkan faktor kedekatan, melainkan karena kapasitas dan potensi yang dimiliki.
“Kehadiran saudara di jabatan baru ini bukan karena faktor kedekatan, melainkan karena kapasitas dan potensi besar yang saudara miliki,” tegasnya.
Fairid meminta para pejabat yang baru dilantik tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi mampu menghadirkan energi baru, perubahan positif dan mempercepat kinerja di perangkat daerah masing-masing.
Ia memberikan tiga pesan utama kepada para pejabat, yakni harus inovatif dengan berani menciptakan terobosan, inklusif dengan mampu merangkul dan menggerakkan seluruh anggota tim, serta menjaga integritas, kejujuran dan nama baik instansi.
“Jabatan baru adalah amanah sekaligus tantangan. Dinamika perubahan lingkungan kerja menuntut kita untuk terus bergerak cepat, adaptif dan inovatif,” ujarnya.
Fairid juga menyoroti tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Ia meminta pejabat tidak lagi bekerja dengan pola biasa atau sekadar menghabiskan anggaran belanja rutin. Pemanfaatan teknologi dan digitalisasi harus diperkuat untuk merampingkan proses birokrasi sehingga anggaran tepat sasaran dan berdaya guna tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Fairid turut mengingatkan seluruh pejabat dan masyarakat bahwa Kota Palangka Raya masih berada dalam kondisi tanggap darurat Karhutla. Ia mengajak seluruh pihak berkontribusi melalui edukasi dan aksi nyata untuk mencegah kebakaran.
“Mari kita semua berpartisipasi dan berkontribusi dalam edukasi serta aksi nyata untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melapor jika menemukan titik api,” katanya.
Fairid berharap kondisi Karhutla dapat segera berakhir dan seluruh pihak dapat melewati situasi tersebut bersama-sama. Ia juga mengajak jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya bekerja dengan semangat Huma Betang dan Isen Mulang dalam membangun Kota Palangka Raya menuju kota yang semakin KEREN, yakni Kolaboratif, Ekonomi Maju, Religius, Enerjik dan Nyaman. (MARINI/j)









