BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Sebanyak lima liferaft atau perahu karet darurat yang diduga berasal dari kapal penumpang KM Virgo Transport 8 ditemukan terdampar di pesisir Pantai Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan.
Keberadaan liferaft yang terdampar tersebut pertama kali ditemukan salah seorang petugas Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Resort Sungai Perlu yang sedang berada di kawasan pesisir, Rabu, 16 September 2026.
Kepala Desa Sungai Perlu, Siti Halisah, membenarkan adanya penemuan tersebut. Menurutnya, liferaft pertama kali ditemukan di kawasan pesisir pantai yang berada di wilayah Desa Sungai Perlu.
“Posisi penemuan perahu karet darurat pertama kali berada di pesisir pantai, tepatnya di Pantai Gantingan RT 001 Desa Sungai Perlu,” ujar Siti Halisah, Kamis, 17 September 2026.
Setelah dilakukan penelusuran di sekitar lokasi, ditemukan total lima liferaft. Seluruh perahu karet darurat tersebut ditemukan dalam kondisi kosong dan tidak terdapat korban di dalamnya.
Siti Halisah mengatakan, penemuan lima liferaft itu kemudian langsung dilaporkan kepada pihak Polairud. Petugas selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut.
“Rencananya pihak Polairud akan melakukan evakuasi hari ini terkait penemuan liferaft di pesisir pantai Desa Sungai Perlu kemarin,” katanya.
Menurut Siti, menuju lokasi penemuan tidak mudah. Akses hanya dapat dilalui melalui pesisir pantai sehingga sangat bergantung pada kondisi pasang surut air laut.
Penemuan lima liferaft ini menjadi perhatian karena sebelumnya KM Virgo Transport 8 mengalami musibah tenggelam di perairan Laut Jawa pada Minggu dini hari, 13 September 2026. Kapal penumpang tersebut diketahui melayani rute Surabaya-Banjarmasin.
Dugaan bahwa lima liferaft tersebut berkaitan dengan KM Virgo Transport 8 diperkuat dengan adanya tulisan “KM Virgo Transport 8” pada liferaft yang ditemukan di pesisir Desa Sungai Perlu. (FAHRUL/j)









