PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius dari sisi kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau mencatat 491 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam kurun waktu enam hari, yakni 11 hingga 16 September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr. Ellyana mengatakan, angka tersebut merupakan akumulasi laporan dari seluruh puskesmas, RSUD Pulang Pisau dan posko karhutla.

“Data tersebut dijumlahkan dari 11 September 2026 sampai 16 September 2026,” kata dr. Ellyana. kamis, 17 September 2026.

Data harian menunjukkan kasus ISPA mencapai 94 kasus pada 11 September, kemudian 71 kasus pada 12 September. Pada 13 September tercatat 27 kasus, meningkat menjadi 103 kasus pada 14 September.

Selanjutnya, pada 15 September terdapat 96 kasus dan kembali mencapai 100 kasus pada 16 September.

Dengan demikian, dalam enam hari tercatat 491 kasus ISPA yang mendapatkan penanganan atau tercatat dalam laporan fasilitas kesehatan dan posko karhutla.

Kondisi ini menjadi perhatian karena aktivitas karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah Pulang Pisau. Asap yang berada di udara dapat mengganggu saluran pernapasan, terlebih ketika masyarakat terus terpapar dalam waktu yang lama.

Paparan asap dapat menyebabkan iritasi mata, hidung dan tenggorokan, batuk, sesak napas serta memperburuk keluhan pada masyarakat yang sebelumnya memiliki gangguan pernapasan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat dengan penyakit tertentu perlu mendapat perhatian lebih.

Dr. Ellyana mengimbau masyarakat tidak menganggap remeh kondisi udara yang dipenuhi asap.

“Kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. salah satunya olahraga diluar, Jika terpaksa keluar untuk bekerja, gunakan masker dan banyak minum air putih,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya yang semakin berat.

Di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung, Dinas Kesehatan terus memantau perkembangan kasus ISPA. Data tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk melihat dampak kesehatan yang muncul ketika masyarakat beraktivitas di tengah kondisi udara yang tercemar asap.( RETHA/y)