PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kepungan asap yang masih menjadi perhatian di Kalimantan Tengah, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah turut mendampingi kunjungan pemantauan Program RBP REDD+ GCF Output 2 di kawasan Hutan Kota Nyaru Menteng, Palangka Raya.

Pemantauan kali ini tidak hanya melihat perkembangan pelaksanaan program, tetapi juga memperhatikan kondisi kawasan dan satwa yang berada di dalamnya.

Situasi karhutla dan asap menjadi salah satu hal utama yang perlu dicermati karena dapat memberikan dampak signifikan terhadap habitat serta kesehatan satwa yang hidup di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, mengatakan pihaknya hadir mendampingi kegiatan tersebut untuk melihat langsung kondisi di lapangan, termasuk keberadaan dan kesehatan satwa di Hutan Kota Nyaru Menteng di tengah situasi karhutla yang masih berlangsung.

“Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah mendampingi kegiatan pemantauan ini, termasuk melihat kondisi kawasan dan satwa yang ada di Nyaru Menteng di tengah situasi karhutla,” ujar Agustan, Kamis, 17 September 2026.

Menurutnya, pemantauan lapangan sangat penting dilakukan untuk mendapatkan gambaran riil mengenai kondisi kawasan serta memastikan aspek perlindungan terhadap satwa tetap menjadi prioritas.

Hutan Kota Nyaru Menteng merupakan salah satu kawasan bernilai penting bagi konservasi dan keberadaan satwa di Kalimantan Tengah.

Oleh karena itu, kondisi lingkungan di sekitar kawasan menjadi bagian yang ikut dipantau secara menyeluruh, terutama saat kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

Agustan menambahkan, hasil pemantauan ini akan menjadi bahan penting dalam menentukan langkah penanganan dan perlindungan lanjutan.

"Di tengah ancaman karhutla yang belum mereda, perhatian terhadap satwa tidak boleh diabaikan, karena asap dan kerusakan habitat dapat berdampak serius pada kelangsungan hidup mereka," pungkasnya. (PATHUR/Y)