PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – PT Multi Usaha Abadi (MUA) bersama sejumlah unit bisnis CBI Group menggelar sosialisasi dan edukasi bagi sekitar 150 pekebun kelapa sawit di Desa Bukit Jaya, Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau, Rabu, 16 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pekebun untuk mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan kebun, peningkatan kualitas Tandan Buah Segar (TBS), hingga akses pemasaran dan kemitraan dengan perusahaan.

Para pekebun yang hadir juga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini ditemui di lapangan, mulai dari cara menghasilkan buah berkualitas, penyebab adanya potongan terhadap buah saat diterima pabrik, hingga akses pemasaran hasil kebun yang lebih jelas dan berkelanjutan.

Melalui Sulung Research Station (SRS), peserta memperoleh edukasi mengenai pengelolaan dan perawatan tanaman kelapa sawit untuk menjaga produktivitas kebun secara berkelanjutan.

Sementara itu, tim Quality Control (QC) memberikan pemahaman mengenai kriteria penerimaan TBS di Pabrik Kelapa Sawit (PKS), di antaranya tingkat kematangan, panjang tangkai, kondisi buah serta sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kualitas TBS saat diterima pabrik.

Department Head FFB Trading PT MUA, Farid mengatakan, perusahaan berupaya membangun hubungan dengan pekebun yang tidak hanya sebatas pada proses jual beli TBS.

“Kami tidak ingin hubungan dengan pekebun berhenti ketika buah selesai ditimbang. Kami ingin petani memahami bagaimana menghasilkan buah yang baik, memahami bagaimana buah mereka diterima di pabrik, dan mengetahui ke mana mereka dapat bermitra,” kata Farid.

Menurutnya, berkembangnya kemampuan dan usaha pekebun juga akan memberikan dampak terhadap semakin kuatnya kemitraan yang dibangun antara petani dan perusahaan.

Dalam kegiatan tersebut, PT MUA melalui FFB Trading turut memperkenalkan sejumlah skema kemitraan pemasaran TBS. Perusahaan berupaya menjadi penghubung antara pekebun maupun pemasok dengan PKS sehingga tersedia pilihan akses pemasaran yang lebih luas.

Farid menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai bidang di lingkungan CBI Group, mulai dari riset, perbankan, perhotelan, koperasi, sustainability hingga tim operasional.

“Hari ini kami datang bukan hanya membawa nama PT MUA. Ada teman-teman dari riset, perbankan, perhotelan, koperasi, sustainability, hingga tim operasional. Semangatnya sederhana, bagaimana kehadiran kita bersama-sama bisa memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut juga diisi dengan pengenalan berbagai produk dan layanan. Koperasi Media Sejahtera Bersama (KMSB), misalnya, memperkenalkan minyak goreng HANAU sebagai salah satu produk berbasis kelapa sawit. Para pekebun juga mendapatkan minyak goreng HANAU dalam rangkaian kegiatan tersebut.

BPR Lingga Sejahtera memperkenalkan layanan perbankan dan akses jasa keuangan, sedangkan Mercure Hotel Pangkalan Bun mengenalkan layanan hospitality dan fasilitas perhotelan. Tim Sustainability turut memberikan pemahaman mengenai pengelolaan perkebunan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

Tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, sekitar 150 pekebun kemudian mengikuti simulasi dan praktik lapangan. Dalam sesi tersebut, peserta dapat melihat secara langsung berbagai kondisi buah, berdiskusi serta menyampaikan persoalan yang mereka hadapi dalam mengelola kebun.

Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Camat Bulik Timur, Kepala Desa Bukit Jaya Bambang Priyanto, Kapospol Bulik Timur, jajaran manajemen CBI Group, Direktur BPR Lingga Sejahtera, General Manager Mercure Hotel Pangkalan Bun, serta perwakilan SRS, KMSB dan Sustainability.

Melalui kegiatan tersebut, PT MUA bersama unit bisnis CBI Group berharap para pekebun memiliki pengetahuan, akses serta kesempatan yang semakin luas untuk mengembangkan usaha perkebunan kelapa sawit sekaligus memperkuat kemitraan antara perusahaan dan masyarakat. (ARIEF/H)