BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah mendorong pengolahan ikan untuk mengatasi keterbatasan masa simpan hasil perikanan yang dijual dalam kondisi segar.
Kepala Bidang Industri Disdagperin Provinsi Kalimantan Tengah, Simon F. Obos, mengatakan sebagian pelaku usaha selama ini masih mengandalkan penjualan ikan dalam kondisi segar.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan masa simpan produk relatif terbatas, sementara peluang meningkatkan nilai ekonomi melalui pengolahan belum dimanfaatkan secara optimal.
“Selama ini kita masih terlalu bergantung pada penjualan ikan dalam bentuk segar,” kata Simon dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Kamis, 17 September 2026.
Ia mengatakan tanpa diversifikasi, nilai ekonomi produk perikanan akan tetap rendah dan produk mudah rusak.
Karena itu, Disdagperin menggelar Pelatihan Pengolahan Ikan yang berlangsung 15–17 September 2026 di Palangka Raya.
Peserta dibekali keterampilan mengolah ikan menjadi produk pangan olahan frozen food seperti nugget, bakso, kaki naga, dan empek-empek.
Simon mengatakan melalui diversifikasi, hasil perikanan yang relatif mudah rusak dapat diolah menjadi produk dengan masa simpan lebih panjang dan memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi. (HERMAWAN DP/H)









