PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Keberhasilan pengelolaan hutan tidak cukup hanya dilihat dari luas kawasan yang tetap hijau.

Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan keberadaan satwa dan kondisi ekosistem juga harus menjadi indikator penting.

Ia mencontohkan Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian di Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat.

Pemantauan KTH Komunitas Karya Masoraian pada 2024 mengestimasi keberadaan 21 individu orangutan dan mencatat 82 jenis burung.

“Kita perlu bertanya apakah hutan dan danau tetap sehat serta apakah keanekaragaman hayati masih terjaga,” kata Henky kepada Borneonews pada Kamis, 17 September 2026.

Menurutnya, indikator keberhasilan pengelolaan kawasan juga harus mencakup keterlibatan masyarakat, penciptaan pekerjaan, peningkatan pendapatan dan keberlanjutan sumber pangan.

Dengan indikator yang lebih luas, keberhasilan konservasi tidak hanya berarti mempertahankan kawasan secara fisik, tetapi juga memastikan ekosistem tetap berfungsi dan masyarakat dapat hidup sejahtera.

“Kalau jawabannya ya, maka kita tidak sekadar berhasil menjaga hutan. Kita berhasil menjaga kehidupan,” ujarnya. (TESTI PRISCILLA/H)