KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Ribka Bawin Hatalasinta Lumamba, siswi SMA Negeri 1 Basarang, berhasil meraih Juara I Kategori Sosial Budaya dalam Ajang Nasional Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kemenhub, Irjen. Pol. (Purn.) Aan Suhanan.

Penyerahan dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026, Kamis, 17 September 2026 di Jakarta, yang mengusung tema "Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju," setelah sebelumnya para peserta mengikuti tahapan penilaian di Bogor sejak pertengahan September 2026.

Dalam kompetisi tersebut, Ribka mengusung gagasan Karya Tulis Ilmiah (KTI) melalui inovasi bertajuk "Talawang Perisai Keselamatan Generasi Muda".

Inovasi ini dirancang sebagai wadah edukasi kreatif dan strategis untuk mengampanyekan etika transportasi serta menumbuhkan budaya keselamatan berlalu lintas yang relevan bagi Generasi Z di era digital.

Sebelum bertanding di tingkat nasional, Ribka merupakan juara seleksi Pelajar Pelopor LLAJ Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026.

Bersama perwakilan Kalimantan Tengah lainnya, ia membawakan gagasan yang berfokus pada integrasi teknologi dan edukasi etika guna membentuk karakter pengguna jalan yang tertib serta bertanggung jawab sejak dini.

Keberhasilan gemilang ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas, Teras, yang menyampaikan rasa bangga atas dedikasi siswi asal Basarang tersebut.

Menurutnya, capaian ini membuktikan bahwa pelajar daerah memiliki kapasitas besar dalam melahirkan gagasan solutif bagi keselamatan masyarakat.

"Prestasi Ribka menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Kabupaten Kapuas mampu berkontribusi aktif dalam mendukung program keselamatan berlalu lintas, sejalan dengan semangat Harhubnas 2026," tegas Kadishub Kapuas, Teras.

Prestasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penerimaan tropi, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata sebagai gerakan pelopor keselamatan di lingkungan sekolah dan masyarakat luas. (SABRIANOOR/R)