BORNEONEWS, Palangka Raya — Kerusakan ekosistem hutan dapat memberikan dampak berantai terhadap lingkungan di sekitarnya, termasuk kawasan perairan.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan hubungan antara hutan, air dan kehidupan masyarakat tidak dapat dipisahkan.
“Kerusakan dapat merembet pada sumber air, ekosistem perairan, sumber pangan dan pada akhirnya kehidupan masyarakat,” kata Henky kepada Borneonews pada Jumat, 18 September 2026.
Ia mencontohkan kondisi di Danau Masoraian, Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat.
Danau menjadi sumber perikanan bagi masyarakat, sedangkan kawasan hutan menjadi habitat satwa dan bagian penting dari sistem ekologis.
Karena itu, menurut Henky, menjaga kawasan harus dilakukan dengan melihat keterhubungan seluruh ekosistem.
Tidak cukup hanya menjaga pohon, tetapi juga memastikan sumber air dan ekosistem perairan tetap sehat.
“Semuanya harus sejalan dan selaras, kita tidak bias hanya mementingkan satu elemen,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/y)









