PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jajaran pimpinan dan ratusan karyawan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dan CBI Group menggelar salat Istisqa di Lapangan Tenis BPR Lingga Sejahtera, Jalan Udan Said, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat, 18 September 2026 pagi.

Salat Istisqa tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di tengah kondisi kekeringan yang melanda wilayah Kobar dan sekitarnya.

Manager CSR SSMS Abdur Rohman mengatakan, pelaksanaan salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memohon hujan yang lebat, berkah dan membawa keberkahan bagi perusahaan, keluarga, serta masyarakat dan lingkungan sekitar.

"Ini merupakan ikhtiar spiritual kita untuk memohon dan bermunajat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan dan menurunkan hujan yang lebat, hujan yang berkah dan keberkahan itu semua mudah-mudahan milik kita, milik perusahaan, milik keluarga dan lingkungan kita," jelas Abdur Rohman.

Menurutnya, kondisi kekeringan yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak terhadap operasional perusahaan, tetapi juga berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

"Kekeringan ini tidak hanya berdampak terhadap operasional perusahaan kita, namun berdampak pada seluruh kehidupan yang ada di sekitar kita. Mudah-mudahan dengan ikhtiar dan munajat ini, kita menundukkan kepala dan berharap Allah memberi keberkahan dengan menurunkan hujan yang lebat dan berkah di sekitar kita," jelas Abdur Rohman.

Salat Istisqa tersebut dipimpin sebagai imam sekaligus khatib oleh Sayyid Muhammad Sulaiman Nur Basyaiban, pengasuh Pondok Pesantren Dar Al-Raudhah.

Dalam khutbahnya, Sayyid Muhammad Sulaiman mengingatkan bahwa bumi merupakan tempat manusia tumbuh dan menikmati berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT. Karena itu, manusia tetap harus bersyukur dalam kondisi suka maupun duka.

"Bumi merupakan tempat kita semua tumbuh dan berbagi kenikmatan dari Allah. Dalam keadaan suka maupun duka, kita tetap harus bersyukur kepada-Nya sebagai sebuah kesadaran bahwa semua yang terjadi di muka bumi ini adalah atas kehendak Allah Subhanahu wa ta'ala," jelas Khatib.

Khatib  juga mengingatkan manusia memiliki tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi untuk menjaga dan merawat alam. Menurutnya, ajaran agama telah mengingatkan manusia agar tidak membuat kerusakan setelah Allah SWT menciptakan bumi dengan sebaik-baiknya.

"Dalam misi menjadi khalifah di muka bumi berupa merawat jagat raya ini, kita telah diingatkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala untuk tidak berbuat kerusakan setelah Allah menciptakannya dengan sesempurna mungkin," jelas Khatib.

Khatib menyampaikan, kondisi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi saat ini perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Upaya menjaga alam dinilai penting agar dampak musim kemarau maupun musim hujan dapat diminimalkan.

"Kekeringan dan karhutla yang terjadi saat ini harus menjadi bahan evaluasi bagi kita semua, sehingga kita bisa menjaga alam untuk mencegah terjadi kekeringan saat musim kemarau dan tidak kebanjiran saat musim hujan," jelas Khatib.

Melalui pelaksanaan salat Istisqa tersebut, jajaran pimpinan dan karyawan SSMS serta CBI Group bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun, kondisi lingkungan kembali membaik, serta masyarakat dan aktivitas perusahaan dapat terhindar dari dampak berkepanjangan akibat kekeringan. (WAHYU KRIDA/Y)