PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Danau Masoraian menjadi salah satu lokus Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Kotawaringin Barat.

Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio Wibowo, mengatakan pendekatan IAD relevan karena pengelolaan kawasan tidak berhenti pada aspek perlindungan lingkungan.

“Pendekatan ini menghubungkan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi wilayah,” kata Henky kepada Borneonews pada Jumat, 18 September 2026.

Danau Masoraian berada dalam kawasan Hutan Kemasyarakatan sekitar 3.006 hektare yang dikelola KTH Komunitas Karya Masoraian dengan melibatkan 213 anggota.

Masyarakat tidak hanya melakukan kegiatan perlindungan kawasan, tetapi juga memanfaatkan potensi perikanan yang tersedia di danau.

Menurut Henky, pengembangan kawasan harus mempertimbangkan karakter sosial, ekonomi, kelembagaan dan ekologis masing-masing daerah.

Karena itu, Masoraian tidak serta-merta dapat disalin menjadi model untuk seluruh Kalimantan.

Namun, terdapat prinsip yang dapat dipelajari, yakni masyarakat perlu diberi ruang mengelola, kemampuan menjaga dan manfaat nyata dari sumber daya alam yang mereka lindungi. (TESTI PRISCILLA/H)