BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), mengusulkan ke pemerintah pusat penambahan dukungan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menyusul luas lahan terbakar di daerah itu sejak 1 Juni sampai 16 September 2026 telah mencapai 1.201,15 hektare.
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini di Palangka Raya, Jumat, mengatakan usulan tambahan dukungan tersebut masih dalam proses pembahasan, sementara pemerintah daerah (pemda) terus memantau berbagai bantuan yang telah diberikan pemerintah pusat untuk penanganan karhutla.
"Kami sedang mengusulkan, nanti sambil kita pantau dulu beberapa dukungan anggaran yang dibantu pusat untuk Kota Palangka Raya," katanya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, selama periode 1 Juni hingga 16 September 2026 tercatat 567 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.201,15 hektare.
Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak yakni 362 kejadian, disusul Sebangau 119 kejadian, Pahandut 50 kejadian, Bukit Batu 33 kejadian, dan Rakumpit tiga kejadian.
Achmad Zaini mengatakan penanganan karhutla di Palangka Raya selama ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, serta berbagai instansi vertikal. Koordinasi tersebut dinilai membantu memperkuat respons terhadap kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah.
"Beberapa hari yang lalu kami mengikuti rapat dengan BNPB. Dari hasil rapat BNPB berkomitmen membantu pemerintah daerah, tidak terkecuali Kota Palangka Raya," ujarnya.
Menurut dia, posisi Palangka Raya sebagai ibu kota Kalteng juga memberikan kemudahan dalam membangun koordinasi lintas instansi, termasuk dengan BNPB, BPBD provinsi, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya, untuk mendukung operasi pemadaman di lapangan.
"Kami bersyukur karena posisinya ada di ibu kota provinsi. Jadi pemerintah provinsi, instansi vertikal, BNPB maupun BPBD provinsi bersama-sama bersinergi melakukan kegiatan pemadaman karhutla yang ada di Kota Palangka Raya," katanya.
Meski dukungan telah berjalan, Pemkot Palangka Raya tetap mengevaluasi kebutuhan operasional di lapangan, terutama selama musim kemarau, agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara optimal.
Tambahan dukungan yang diusulkan diharapkan dapat memperkuat kebutuhan pemadaman, baik berupa peralatan, logistik, maupun dukungan pendanaan. Pemkot juga terus mendorong penguatan sinergi lintas sektor agar kebakaran dapat ditangani lebih cepat dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
ANTARA









