BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan di berbagai wilayah untuk mendukung percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah.
Penanganan dilakukan melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPK Swakarsa, relawan, serta unsur terkait lainnya.
Operasi tersebut turut didukung enam unit helikopter serta satu unit pesawat OMC/patroli.
Selain unsur satgas di lapangan, sebanyak 44 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kalimantan Tengah turut terlibat aktif dalam kegiatan pemadaman dan penyekatan.
Hingga saat ini jajaran OPD Provinsi Kalimantan Tengah telah melaksanakan 504 kegiatan pemadaman dan penyekatan.
Total area yang berhasil diamankan dari kegiatan pemadaman dan penyekatan tersebut mencapai 105,93 hektare.
Berdasarkan Laporan Harian Sirine Posko Krisis Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah per 17 September 2026 malam, Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat luasan pemadaman tertinggi, yakni 24,87 Ha dari sembilan kejadian.
BPBPK Kalteng terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengerahan personel, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta penanganan pada wilayah yang dinilai rawan terjadi Karhutla.
Upaya tersebut dilaksanakan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan seluruh unsur terkait sebagai bagian dari langkah penanganan darurat Karhutla untuk menekan luasan kebakaran serta menjaga keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan. (HERMAWAN DP/R)









