KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Tim salvage mulai melakukan survei bawah air terhadap bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Kalimantan Selatan, Jumat, 18 September 2026.

Survei menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk mengetahui posisi dan kondisi badan kapal sebagai dasar penentuan teknis pengangkatan.

Tim salvage tiba di lokasi musibah sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah tiba, tim langsung menyiapkan peralatan observasi bawah air untuk memeriksa posisi dan kedudukan bangkai kapal.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan, hasil survei ROV akan menjadi bahan analisis dalam menentukan langkah pengangkatan KM Ego ke permukaan.

"Sekitar pukul 12.30 WIB tadi siang, tim salvage sudah berada di lokasi dan mulai melakukan survei bawah air menggunakan perlengkapan ROV untuk mengetahui serta mengobservasi posisi dan kedudukan body kapal itu sendiri," kata Yudhi dalam keterangannya di Posko Trisakti, Banjarmasin, Jumat malam.

Menurut Yudhi, tim salvage dijadwalkan kembali ke Banjarmasin pada Sabtu, 19 September 2026. Kepulangan tersebut akan dilanjutkan dengan rapat koordinasi teknis bersama Basarnas dan unsur terkait untuk menentukan metode pengangkatan bangkai kapal.

"Untuk selanjutnya nanti akan diambil langkah-langkah yang diperlukan, bagaimana teknis mengangkat kapal tersebut ke permukaan. Sembari tim salvage bekerja, tim penyelam bawah air juga tetap melakukan operasi pencarian," ujarnya.

Sementara itu, patroli permukaan laut tetap disiagakan di sekitar lokasi kejadian hingga Jumat malam.

Basarnas juga menyiapkan kelanjutan operasi pencarian dan penyelaman pada Sabtu pagi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan arus laut.

"Patroli tetap berjalan, dan kegiatan esok hari tetap kita upayakan. Jika memang situasi mendukung, kami akan terus melakukan kegiatan bawah air," kata Yudhi. (SABRIANOOR/R)