BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Barito Timur.
Kali ini api membakar sekitar satu hektare lahan di Desa Ipu Mea, Kecamatan Karusen Janang, Jumat, 18 September 2026.
Kebakaran tersebut dilaporkan masyarakat dan langsung ditindaklanjuti Brigade Karhutla KPHP Barito Hilir bersama Tim Posko Kecamatan Karusen Janang. Pemadaman berlangsung mulai pukul 14.29 WIB hingga 16.11 WIB.
Kepala KPHP Barito Hilir, Zainal Abidin, mengatakan kondisi vegetasi yang terbakar berupa semak belukar dengan lapisan gambut tipis. Kondisi tersebut membuat penanganan harus dilakukan secara cepat agar api tidak meluas ke area lainnya.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, tim langsung bergerak menuju lokasi. Api membakar semak belukar dan gambut tipis dengan luasan sekitar satu hektare,” kata Zainal Abidin.
Menurutnya, sumber air untuk mendukung proses pemadaman berasal dari tandon dan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter.
Ketersediaan air tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan penyiraman selama proses pemadaman berlangsung.
Dalam operasi tersebut, Brigade Karhutla KPHP Barito Hilir menerjunkan satu regu personel yang diperkuat satu regu Tim Posko Kecamatan Karusen Janang.
Tim menggunakan sejumlah sarana dan prasarana pemadaman, di antaranya satu mobil slip-on, satu mobil tangki 5.000 liter dan satu mobil kubung.
Peralatan pendukung lainnya yang digunakan terdiri atas 22 selang antar, dua nozzle, satu Y, dua spiral serta dua unit mesin Waterax Mark 3, termasuk satu unit Waterax Mark 3 Watson Edition.
Tim juga didukung lima unit telepon seluler Android dan enam unit handy talky untuk memperlancar koordinasi di lapangan.
Zainal menegaskan, penanganan dilakukan hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan. Dari perkiraan luasan kebakaran sekitar satu hektare, seluruh area tersebut berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
“Alhamdulillah, seluruh api berhasil dipadamkan. Tim memastikan lokasi sudah dalam kondisi aman dan tidak ada lagi titik api yang membahayakan,” ujarnya.
Lokasi kebakaran berada pada kawasan berstatus Areal Penggunaan Lain (APL). Keberhasilan pemadaman ini sekaligus menunjukkan pentingnya laporan cepat dari masyarakat ketika menemukan indikasi kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang masih rentan terbakar.
KPHP Barito Hilir mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api.
Respons cepat pada fase awal kebakaran dinilai penting untuk mencegah api menjalar lebih luas, terlebih ketika kebakaran terjadi pada vegetasi semak dan lapisan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









